DPR RI Gandeng Kominfo Gelar Sosialisasi Internet Cerdas

Anggota Komisi I DPR RI, Dave AF Laksono di acara seminar Merajut Nusantara Dalam Rangka Sosialisasi Redesain USO. dede

Anggota Komisi I DPR RI, Dave AF Laksono di acara seminar Merajut Nusantara Dalam Rangka Sosialisasi Redesain USO. dede


POJOKJABAR.com, CIREBON – Masyarakat harus bisa memanfaatkan teknologi Internet dengan sebaik mungkin, bermanfaat dan bukan untuk hal negatif bahkan menyebarkan info hoax.

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi I DPR RI, Dave AF Laksono di sela acara seminar Merajut Nusantara Dalam Rangka Sosialisasi Redesain USO di Kota Cirebon.

“Penggunaan internet umumnya generasi milenial yang masih kurang kesadaran dalam pentingnya meakses konten positif,” tutur anak mantan Menko Kesra RI Agung Laksono ini

Selain itu, pria yang juga menjabat Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Cirebon ini menambahkan karena generasi milenial minim pengetahun yang harus dibimbing sehingga bisa menggunakannya dengan baik dan bijak tidak menggunakannya dengan sesuka hati.

Disaat bersamaan, Kepala Divisi Layanan IT untuk Maayarakat-BAKTI Kominfo RI, Ari Soegeng Wahyuniarti membenarkan perlunya orangtua mendampingi anak saat main internet agar mereka tidak mengakses konten negatif.

“Membimbing anak saat main internet sangat perlu agar anak tidak mengakses konten negatif. Selain itu, untuk membatasi anak main internet supaya mereka tidak terlena akan waktu yang tidak berujung,” ujarnya

Orangtua, katanya bisa mengarahkan anak untuk berkreativitas. Misalnya membuat konten youtube, instagram dan facebook yang isinya kegiatan positif. Dari konten positif ini bisa menghasilkan uang dari iklan.

“Betul yang disampaikan Kang Dave, daripada buat sebar hoaks, ujaran kebencian dan video dewasa, lebih baik untuk bisnis. Banyak pekerjaan baru yang dapat menghasilkan uang dari penggunaan internet.

Sementara itu Dosen Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon, Abdul Jalil Hermawan menyebutkan penyalahgunaan internet untuk menyebar ujaran kebencian dan hoaks menggiring pembuatnya masuk penjara dan bahkan sudah beberapa orang menyebarkan ujaran kebencian dan hoaks berakhir di balik jeruji.

“Dari pada digunakan untuk hal negatif, lebih baik internet digunakan untuk hal positif,” pungkasnya

(dat/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds