Kelainan Seksual Remaja Penganguran Sodomi 10 Bocah Lelaki di Kabupaten Cirebon

Pelaku sodomi tertunduk malu saat dimintai keterangan. Dede

Pelaku sodomi tertunduk malu saat dimintai keterangan. Dede


POJOKJABAR.com, CIREBON – Sebanyak 10 anak, menjadi korban tindakan asusila sodomi yang dilakukan seorang remaja berinisial MN (19) di Kabupaten Cirebon

Dari informasi yang di himpun pojokjabar.com, korban rata – rata berusia 4 sampai 11 tahun ini, sebelumnua di iming-imingi akan diberikan mainan asalkan mau menuruti kemauan pelaku, bahkan ada korban yang dicekik karena tidak mau melayani nafsu pelaku.

Lelaki penganguran ini, mengaku terpengaruh film porno, hingga akhirnya nekat mencabuli 10 bocah lelaki sejak satu tahun belakangan terakhir.

Kapolres Kota Cirebon AKBP Suhermanto mengatakan awal terungkapnya kasus pencabulan puluhan anak lelaki, atas laporan orang tua salah satu korban yang masih berusia 4 tahun.

Korban yang masih balita, mengaku sakit saat buang air besar, kemudian oleh orang tuanya, korban dibawa ke puskesmas guna memeriksakan kondisi kesehatan anaknya.

Namun, setelah diperiksa, orang tua korban kaget, karena dari hasil pemeriksaan dokter di puskesma, korban positif mengalami tindakan asusila sodomi.

“Laporan dari orang tua salah satu korban yang usianya masih 4 tahun, saat diperiksa ke puskesmas baru diketahui, anaknya menjadi korban sodomi,” tutur Suhermanto Jumat (22/11/2019)

Suhermanto melanjutkan, dari hasil pemeriksaan puskesmas, orang tua korban melaporkan ke Polres Kota Cirebon, dan pihak kepolisian langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mencari informasi dari warga sekitar.

“Kami langsung olah TKP dan mendapati pelaku pencabulan ternyata pelaku masih tetangganya sendiri,” ujar Suhermanto.

Kemudian dari hasil pengembangan, ternyata pelaku melakukan tindakan asusila ke korban lainnya, dari hasil penyelidikan total 10 korban dan pelaku juga melakukan beberapa kali oleh salah satu korban.

“Total 10 korban, dan ada yang di cabuli berulang kali oleh pelaku, tapi kami masih mendalami kasus ini, untuk mencari korban lainnya,” kata Suhermanto.

(dat/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds