Kisah Eti Suharyati, Pengidap Kanker Jadi Kader Aktivis Sosial Kabupaten Cirebon

Eti Suharyati (kanan)./Foto: Rmol

Eti Suharyati (kanan)./Foto: Rmol

POJOKJABAR.com, CIREBON– Eti Suharyati (42) seorang ibu rumah tangga (IRT) asal Desa Lemahabang, bangkit dan menjelma sebagai seorang kader di pusat kesejahteraan sosial.

Eti rupanya tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihannya setelah divonis mengidap kanker stadium 2 A.

Ditemui di kediamannya, Eti Suharyati, mengaku sempat ngedrop hingga beberapa bulan, paska operasi pengangkatan salah satu mahkotanya dan melewati serangkaian pengobatan kemoterapi di salah satu RS Swasta di Kabupaten Cirebon.

“Pada tahun 2017 lalu saya dinyatakan mengidap sakit kanker payudara, dunia terasa gelap gulita dan sudah tidak memiliki harapan lagi, namun setelah mendapatkan support khususnya suami dan orang di sekeliling memberikan semangat untuk terus hidup,” kata Eti Suharyati, Senin (4/11)

Paska pemulihan, dirinya banyak mendapatkan pencerahan dari guru ngajinya, bahwa penyakit seberat apapun akan diangkat oleh Sang Maha Esa melalui sedekah dan berbuat baik untuk sesama. Sehingga timbul semangat untuk mengabdikan diri di bidang sosial kemasyarakatan.

“Alhamdulillah, setiap hari Jumat saya bersama rekan kerja di Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) Amanah Desa Lemahabang membagikan nasi kotak bagi jamaah di Masjid Agung Lemahabang,” ujar Kader Aktivis Sosial Kabupaten Cirebon, tersebut.

Sebagai kader dari Puskesos, dirinya pun langsung turun ke lapangan menyambangi masyarakat kurang mampu yang membutuhkan bantuan dalam bentuk pendataan secara langsung juga pendampingan.

“Kami melakukan validasi langsung ke lapangan, mulai dari pendataan hingga membantu apa yang kami mampu lakukan untuk masyarakat kurang mampu, banyak program seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Keluarga Sejahtera (PKH), mengeluarkan rekomendasi SKTM hingga pengajuan BPJS bersubsidi pada Dinas terkait, khususnya bagi masyarakat yang berhak mendapatkan bantuan dari Pemerintah,” ungkap Eti Suharyati.

Ditemui di tempat terpisah, Rini yang menjabat Kepala Desa setempat, mengaku bangga memiliki kader yang mendedikasikan dirinya pada bidang sosial kemasyarakatan, hingga mendapatkan apresiasi tertinggi sebagai Puskesos terbaik di Kabupaten Cirebon.

“Kami sangat mengapresiasi pada kader yang ada di Puskesos, kami juga sangat berharap program sosial dari pemerintah dapat tepat sasaran,” harap Rini.

Ditambahkan Koordinator Puskesos, Supriyanto, Puskesos memiliki tanggung jawab tidak hanya dalam program sosial saja, namun juga ikut mengurus ODGJ, gizi buruk atau program stunting bagi ibu hamil.

“Kami dituntut untuk profesional, mana masyarakat yang berhak mendapatkan bantuan dari program sosial, maka kami data sesuai kondisi lapangan,” ujar Supriyanto.

(gan/rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds