Kabupaten Cirebon Mengirimkan 65 Peserta PMR Maupun Pembina di Jumbara IX Tingkat Jawa Barat

Ketua Palang Merah Indonesia Kabupaten Cirebon, Hj. Rd. Sri Heviyana. Dede

Ketua Palang Merah Indonesia Kabupaten Cirebon, Hj. Rd. Sri Heviyana. Dede


POJOKJABAR.com CIREBON – Palang Merah Remaja (PMR) tempat para pelajar digembleng untuk lebih mandiri. mereka diajarkan bagaimana untuk menolong orang lain melalui pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), diajarkan bagaimana cara mengeluarkan pendapat melalui diskusi-diskusi.

Ketua Palang Merah Indonesia Kabupaten Cirebon, Hj. Rd. Sri Heviyana menjelaskan, Jambore ini merupakan kegiatan PMR yang dilakukan setiap empat tahun sekali sebagai sarana anak-anak PMR unjuk kemampuan diri.

“Anak-anak PMR yang mempunyai keterampilan ataupun kesenian bisa menampilkan kebolehannya di arena Jumbara. Nantinya mereka mewakili Kabupaten Cirebon akan dinilai oleh panitia dan hasilnya diakumulasi dengan katagori-katagori yang dilombakan,” kata Heviyana.

Untuk Jumbara tahun 2019 ini, Kabupaten Cirebon mengirimkan 65 peserta, baik anak-anak PMR maupun Pembina. Jumlah tersebut menjadi kontingen terbanyak yang mengirimkan perserta dibanding dengan 26 kab/kota yang lain di Jawa Barat.

“Kami mengirimkan PMR Mula sebanyak 8 peserta, PMR Madya sebanyak 20 peserta dan PMR Wira sebanyak 22 peserta. Mereka dibimbing oleh 15 orang pendamping dan 33 Pembina PMR. Jumlah ini menjadi pengirim kontingen terbanyak se Jawa Barat,” ujarnya.

Heviyana berharap kontingen dari Kabupaten Cirebon mendapatkan prestasi di ajang Jumbara IX tingkat Provinsi Jawa Barat. selain pengirim kontingen terbanyak Kabupaten Cirebon juga mengirimkan pengurus PMI Kabupaten Cirebon yang akan stand by di arena Jumbara IX.

“Penialaiannya adalah selain menampilan budaya dan kesenian daerah masing-masing, jumlah kontingen yang dikirim juga menjadi catatan bagi panitia,” pungkasnya.

Sementara Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Rozhanul Ulum usai membuka Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) IX tingkat Palang Merah Indonesia Provinsi Jawa Barat.

“Melalui Jumbara anak-anak PMR diajarkan bagaimana menolong orang, bagaimana mengeluarkan pendapat dihadapan orang banyak dan banyak lagi kegiatan-kegiatan yang bersifat kemanusiaan. Selain itu PMR juga bisa unjuk prestasi di bidangnya masing-masing,” kata Uu.

Dengan mengikuti Jumbara juga anak-anak PMR bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial, karena pada dasarnya kita hidup itu sebagai mahluk sosial yang saling menbutuhkan satu sama lain. Disini berkumpul PMR dari 27 kab/kota se Jawa Barat.

“Kita ini hidup sebagai mahluk sosial sehingga kita diwajibkan untuk melakukan kegiatan-kegiatan sosial sesuai dengan ajaran agama melalui silaturahmi. Sebanyak 2.000 peserta Jumbara dari 27 kab/kota berkumpul di arena Jumbara” ujarnya.

(dat/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds