Tim Densus 88 Anti Teror Kembali Tangkap Anggota Jaringan JAD Cirebon

Tim Densus 88 anti teror datangi rumah terduga teroris W di Tengah Tani. Dede

Tim Densus 88 anti teror datangi rumah terduga teroris W di Tengah Tani. Dede

POJOKJABAR.com, CIREBON – Tim Densus 88 anti teror kembali menggeledah rumah terduga teroris W (20) di Desa Kalitengah Kecamatan Tengah Tani RT 03 RW 02 No 26 Kabupaten Cirebon.

Sebelumnya W ditangkap pada Kamis malam saat sedang berbelanja di pusat perbelanjaan Toserba Asia, bersama kakak perempuannya.

Usai penangkapan W tim Densus anti teror bersama kepolisian Polres Cirebon Kota mendatangi rumah orang tua, yang menjadi tempat tinggal W, guna melakukan pengeledahan yang turut disaksikan ketua RW RT setempat.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy membenarkan penangkapan W di Toserba Asia pada kamis malam. W masih termasuk jaringan JAD Cirebon.

“Iya benar, telah dilakukan penahan terhadal W pada Kamis malam dan sekarang tim sedang melakukan pengeledahan di rumah W,” tutur Roland Jumat (18/10/2019)

Menurut keterangan salah seorang tetangga W, Adi mengatakan pihaknya maupun tetangga, tidak menyangka W terlibat jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Cirebon yang berfaham radikal.

“Kaget liat petugas bawa senjata datang ke rumah W, saya pikir ada apa, ini kok banyak sekali polisi, saya gak sangka kalau W terlibat jaringan JAD Cirebon,” tutur Adi kepada pojokjabar.com

Adi melanjutkan W saat ini bekerja di PLN Tasikmalaya dan biasanya pulang ke rumah orang tuanya di Cirebon pada hari Sabtu dan Minggu.

Saat berada dirumah W juga terlihat biasa seperti warga lainnya, selalu berbaur dengan warga dan tidak mencirikan W terlibat jaringan teroris yang biasanya tertutup dengan tetangga sekitar.

“Orangnya baik, kalau pulang kerumah biasa saja, berbaur dengan tetangga tidak seperti orang yang terlibat jaringan teroris biasanya tertutup sama tetangga, jadi kami disini tidak menyangka kalau W ikut terlibat,” ujar Adi

Di lokasi puluhan petugas Polres Cirebon Kota turut melakukan pengamanan di sekitar lokasi pemukiman padat penduduk, dengan memasang garis polisi, agar warga yang penasaran tidak mendekati rumah terduga teroris W.

(dat/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds