Pro Kontra DOB Cirebon Timur, FKKC Kecamatan Mundu Angkat Suara

ilustrask Pemekaran

ilustrask Pemekaran


POJOKJABAR.com, CIREBON- Wacana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Cirebon Timur tak didukung semua warga.

Suara-suara yang menolak pun muncul ke permukaan.

Kusen (54), salah seorang tokoh masyarakat Suci Kecamatan Mundu, tegas menolak rencana berdirinya Kabupaten Cirebon Timur. Ia beralasan, pemekaran wilayah akan menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat diwilayahnya.

Jika benar ada wacana mau ada pemekaran Kabupaten Cirebon, kami disini jelas menolak, karena akan lebih jauh lagi dalam mengurus administrasi, apalagi wilayah kami dekat dengan Kota Cirebon maka kami minta bergabung ke Kota Cirebon saja,kata Kusen, Kamis (17/10)

Hal senada diungkap oleh tokoh masyarakat yang sekaligus menjabat Kepala Desa Banjarwangunan Kecamatan Mundu, Dedi Setiawan, mengaku dirinya secara pribadi sangat tidak setuju dengan wacana pemekaran wilayah Kabupaten Cirebon, karena secara pelayanan administrasi sudah merata.

“Kami menolak wacana pemekaran Kabupaten Cirebon, karena saat ini belum butuh ada pemekaran wilayah, kata Ketua FKKC Kecamatan Mundu Cirebon, tersebut,” katanya.

Sedangkan menurut, salah seorang Birokrat di Pemerintah Kecamatan Astanajapura, Iing Tajudin, dirinya tidak mau ikut pro ataupun kontra dengan pemekaran wilayah Kabupaten Cirebon, karena pemekaran wilayah harus berdasarkan kebutuhan.

Adanya wacana permintaan sebagian masyarakat di Wilayah Timur Cirebon yang ingin pisah dari Kabupaten Cirebon, tentu ada alasannya, tapi pemekaran wilayah harus berdasarkan kebutuhan, bukan datang dari keinginan (Kepentingan) sesaat suatu golongan atau kelompok, Kata Iing Tajudin Camat Astanajapura Kabupaten Cirebon

Bagi Iing, munculnya keinginan untuk membentuk DOB Cirebon Timur sah-sah saja. Namun tidak berarti pelayanan publik di wilayahnya tidak berjalan dengan baik. Baginya soal pembentukan DOB harus melalui kajian yang mendalam dan didukung konsesus diantara tokoh-tokoh di wilayah tersebut.

Harus ada pelibatan semua elemen, tokoh masyarakat dan tokoh politik harus duduk bersama, karena akan berdampak terhadap masyarakat luas, pemekaran harus berdampak positif, ujar Camat Astanajapura, tersebut.

(son/rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds