Penjaringan Bacawabup Cirebon Terkesan Tergesa-gesa, Jimus: Lain Koki Lain Masakan

Kader PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon, H Mustofa SH saat memberikan keterangan kepada wartawan. Ghofar/pojokjabar

Kader PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon, H Mustofa SH saat memberikan keterangan kepada wartawan. Ghofar/pojokjabar


POJOKJABAR.com, CIREBON – Mantan Ketua DPC Partai berlambang banteng moncong putih Kabupaten Cirebon, H Mustofa SH menilai penjaringan bakal calon wakil bupati pendamping Imron Rosyadi terkesan terlalu terburu-buru.

Karena, semasa partai politik itu ia kendalikan, penjaringan wakil bupati itu prosesnya setelah adanya surat permintaan bupati cirebon tentang pengiriman dua nama calon dan kemudian untuk dipilih DPRD menjadi wakil bupati.

“Lain koki lain masakan. Bisa saja orang lain menyimpulkan bahwa penjaringan ini tergesa-gesa. Bahkan saya juga mendengar adanya deadline dari DPD PDI Perjuangan bahwa tanggal 23 September ini nama-nama bacawabup segera dikirimkan,” tegas Mustofa saat dikonfirmasi di Kantor DPRD, Senin (16/9/2019).

Lebih lanjut disampaikan Jimus sapaan akrabnya Mustofa, apalagi posisi kepala daerah saat ini masih belum definitif alias masih di jabat oleh pelaksana tugas (Plt).

“Setahu saya, untuk mengusulkan wakil bupati itu jabatan definitif terlebih dahulu. Nah setelah bupati itu definitif maka meminta dua nama ke partai politik yang kemudian di kirimkan ke bupati kemudian meneruskan kepada DPRD untuk memilih diantara kedua nama yang diajukan tersebut,” jelasnya.

“Kedepan, berharap kepada calon wakil bupati pendamping Imron Rosyadi dapat terbuka menerima masukan dan usulan,” sambungnya.

Adapun fatsun ideologi sudah pasti, tetapi sebuah proses keterbukaan merupakan sebuah proses transparansi sangat diperlukan sebagai kontrol, karena nanti dalam penentuan rekomendasi calon yang dipilih itu harus betul-betul yang memiliki kapabilitas dan dedikasi yang bisa menjaga citra dan nama baik Kabupaten Cirebon terutama bagi PDI Perjuangan.

“Terbuka, dimulai adanya proses pendaftaran, kemudian menerima catatan track record bagi nama-nama yang terjaring. Sangat disayangkan karena jangan sampai partai PDI Perjuangan dahulu terbuka dan sekarang menjadi tertutup,” tukasnya.

Sebelumnya, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon membuka penjaringan bakal calon wakil bupati (Bacawabup) pendamping Imron Rosyadi sebagai Bupati Cirebon, Minggu (15/9/2019) sore.

Ketua Panitia Penjaringan Bacawabup DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon, Irma Widiyanti menuturkan berdasarkan perintah DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat pihaknya diperintahkan untuk segera melakukan penjaringan bakal calon wakil bupati untuk mendampingi bupati cirebon periode 2019-2024.

“Kita lakukan penjaringan bacawabup secara tertutup. Diperuntukan untuk kader PDI Perjuangan,” kata Irma Widiyanti kepada wartawan.

(gfr/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds