Stadium General 4.0 Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Ajak Mahasiswa Banyak Membaca, Menulis dan Mempublikasi Karya

Stadium General Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang membahas Pendidikan Berkualitas Pada Era Revolusi Industri 4.0. Alwi/pojokjabar

Stadium General Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang membahas Pendidikan Berkualitas Pada Era Revolusi Industri 4.0. Alwi/pojokjabar

POJOKJABAR.com, CIREBON – Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon hari ini menggelar Stadium General dengan tema Tuntutan terhadap Pendidikan Berkualitas Pada Era Revolusi Industri 4.0 di Aula Pascasarjana, Jalan Perjuangan, Kota Cirebon, Sabtu (14/9/2019).

Dalam stadium general itu menghadirkan pembicara seorang guru besar pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia, Prof Dr H Muhammad Ali MPd MA. Revolusi industri 4.0 sendiri, saat ini menjadi perhatian seluruh aspek kehidupan manusia tak terlebih pendidikan.

“Ini area bukan bersantai-santai ria dengan posisinya. Jadi setiap orang dituntut untuk bisa literasi, yaitu dengan banyak membaca. Karena Islam juga mengajarkan untuk iqra’ (membaca). Kalau kita kuliah hanya mengandalkan apa yang disampaikan dosen kita akan ketinggalan,” ujar Muhammad Ali, saat memberi materi.

Muhammad Ali juga memaparkan, di era revolusi industri 4.0 harus banyak yang disiapkan dunia pendidikan, terutama menciptakan peserta didik memiliki sumber daya manusia (SDM) unggul. Sebab kata Ali hal tersebut dapat membekali pribadi beradaptasi dengan perubahan yang cepat.

“Akumulasi SDI berkualitas menjadi critical mass yang memperkuat kinerja ekonomi, karena dapat meningkatkan produktifitas peserta didik. Makanya cara yang baik di era 4.0 adalah mahasiswa banyak membaca, menulis dan mempublikasikan karya-karya,” jelasnya.

Menurut Ali, revolusi industri 4.0 di dunia pendidikan memiliki beberapa ciri, di antaranya lompatan eksponensial dalam teknologi digital dan transformasi pada sistim produksi manajemen dan tata kelola. Karena, jelas Ali, hal tersebut bisa dilihat dari manajemen dan kurikulum.

“Jadi keunggulan kompetitif secara nasional dan regional banyak ditentukan oleh kemampuan mengelola peluang sebagai dasar pembuatan kebijakan termasuk pada sektor pendidikan,” pungkasnya.

(alw/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds