Warga Pasaleman Tolak Pembangunan TPAS, Ini Alasannya

Warga membentangkan spanduk tanda penolakan kecamatan nya dijadikan TPAS. Ist/pojokjabar

Warga membentangkan spanduk tanda penolakan kecamatan nya dijadikan TPAS. Ist/pojokjabar

POJOKJABAR.com, CIREBON – Pemerintah Kabupaten Cirebon masih kebingungan untuk mengentaskan permasalahan sampah. Karena hingga detik ini Pemkab Cirebon belum menemukan tempat pembuangan akhir sampah (TPAS).

Belakangan ini, Pemkab Cirebon menggembor-gemborkan TPAS Kabupaten Cirebon yang bakal menjadi solusi sampah untuk di wilayah timur Kabupaten Cirebon akan di fokuskan di Kecamatan Pasaleman.

Namun, lagi-lagi Pemkab Cirebon dalam wacana pengadaan TPAS Pasaleman ditolak oleh warga Kecamatan Pasaleman.

Diantaranya datang dari Koordinator Forum Masyarakat Pasaleman Peduli Lingkungan, Nono Kardono, pihaknya menyatakan alasan penolakan terhadap TPAS Pasaleman ada beberapa hal, yang pertama TPAS tidak semestinya di dirikan di Pasaleman, karena sampah yang akan dikelola di TPAS nantinya bukan dari Pasaleman saja, sementara tujuh Desa yang ada di Kecamatan Pasaleman tidak bekerjasama dengan DLH tapi TPAS untuk wilayah lain.

“Tujuh desa di Kecamatan Pasaleman ini tidak bekerjasama dengan DLH. Enak saja wilayah lain buang sampah di Kecamatan kami,” ujarnya, Rabu (21/8/2019).

Dikatakan Nono, kedua yang dirasakan warga Pasaleman terkait sosialisasi akan berdirinya TPAS sangat terkesan tidak ada sosialisasi. Kalau mengklaim melakukan sosialisasi mereka tidak melihat dari segi yang pentingnya, hanya sebatas formalitas sosialisasi saja.

“Buktinya setelah masyarakat mengetahui menjadi ramai bergejolak menolak adanya TPAS itu. Tolong fikirkan dampak yang akan terjadi di Pasaleman nantinya,” ungkapnya.

Masih dikatakan Nono, selain itu, fakta dilapangan beberapa TPA yang sudah di dirikan oleh DLH, baik di Ciledug maupun Gunung Santri Palimanan pada akhirnya hanya open dumping atau hanya untuk membuang sampah begitu saja.

“Maka, apabila itu terjadi, kami selaku warga Kecamatan Pasaleman merasa khawatir karena 30 ribu masyarakat Pasaleman ini masih mengkonsumsi air tanah sebagai sumber kehidupannya. Kami khawatir air tanah kami akan tercemar oleh air lindi yang dihasilkan dari sampah. Bukan hanya polusi bau nya, karena sumber mata air warga Pasaleman mengandalkan sumber dari atas yang nantinya akan dijadikan lokasi TPAS,” terangnya.

Kemudian, lanjut Nono, kalau melihat regulasi RTRW, di dalam perda RTRW, Kecamatan Pasaleman tidak diperuntukan untuk TPAS. “Hal itulah yang membuat kami melakukan penolakan, ditempat lain ditolak dengan asumsi ada berbagai alasan, ada yang dekat kandang ayam, pemukiman warga dan lain sebagainya,” tandasnya.

Diakhir, pihaknya menegaskan tidak ada alasan, pihaknya tetap menolak, karena tujuh desa yang ada di kecamatan Pasaleman ini tidak bekerjasama dengan DLH. Yang setuju adanya TPAS disini itu hanya segelintir yang konon akan mengentaskan sampah-sampah yang dipinggir jalan menjadi bersih. Padahal tidak seperti itu karena desa kita tidak bekerjasama dengan DLH.

“Gerakan yang kami lakukan adalah menghimbau kepada desa-desa untuk tidak melakukan Musyawarah Desa sebagai dasar kebijakan Pemkab Cirebon nantinya,” tandasnya.

(gfr/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds