Massa di Cirebon Peringati Hari Pra-Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Peringatan Hari Pra-Proklamasi Kemerdekaan Indonesia./Foto: Rmol

Peringatan Hari Pra-Proklamasi Kemerdekaan Indonesia./Foto: Rmol

POJOKJABAR.com, CIREBON– Memperingati Hari Pra-Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, ratusan massa berbagai organisasi dan komunitas masyarakat berkumpul di Tugu Pinsil Kejaksan Kota Cirebon, Kamis (15/8) malam.

Prabu Diaz selaku inisiator acara menuturkan bahwa kegiatan yang turut mengundang berbagai unsur masyarakat tidak lain adalah untuk mengenang kembali jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan negara republik Indonesia dari tangan penjajah.

“Mari kita mengenang kembali perjuangan para pahlawan kita dalam upaya memerdekakan Nusantara menjadi Republik Indonesia,” ajaknya.

Dalam kegiatan tersebut, massa yang berkumpul di sekitar tugu diajak membacakan doa untuk para pahlawan dan dilanjut menyanyikan lagu kebangsaan.

Sejarawan Cirebon, Mustaqim menceritakan bahwa dibacakannya teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Cirebon bermula ketika kabar kekalahan Jepang atas sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945 setelah dijatuhkannya dua bom atom di Kota Hiroshima pada tanggal 6 Agustus 1945, dan Kota Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945.

Namun, jelas Mustaqim, dengan menyegel semua siaran radio tentara Jepang berusaha menutupi berita kekalahan tersebut, sebelum akhirnya diketahui oleh beberapa tokoh pergerakan nasional yang salah satunya adalah Sutan Sjahrir.

Pihak Jepang berusaha menutupi berita kekalahan tersebut. Tapi, berita tersebut akhirnya bocor ke beberapa tokoh, seperti Sutan Sjahrir,” jelasnya.

Dikatakan Mustaqim, Sutan Sjahrir adalah seorang pejuang bawah tanah yang selalu memantau melalui siaran radio tentang situasi perperangan antara Jepang dengan sekutu. Melalui siaran radio BBC (Radio Inggris) tepatnya pada tanggal 14 Agustus 1945, bahwa tentara Jepang akhirnya menyerah.

Mendengar kabar tersebut, lanjut Mustaqim, Sutan Sjahrir segera menemui Bung Karno dan meminta agar proklamasi seger diumumkan. namun permintaan tersebut ditolak.

Lebih lanjut Mustaqim menuturkan, bahwa penolakan dari bung Karno membuat Sutan Sjahrir kecewa hingga akhirnya menunjuk Dr. Soedarsono yang menyanggupi untuk membacakan teks proklamasi.

Mustaqim mengungkapkan, berdasarkan catatan sejarah setempat dan menurut sumber lisan dari para tokoh Cirebon, bahwa pada tanggal 15 Agustus 1945, bertempat di alun-alun Pinsil Kejaksan Kota Cirebon, Dr. Soedarsono mencetuskan proklamasi kemerdekaan Indonesia dengan disaksikan oleh 50 orang pemuda.

Bagaimana teks proklamasi tugu Kejaksan, tambah Mustaqim, sampai saat ini belum diketemukan dokumennya. Namjn jika sumber itu benar, dapat dimungkinkan bahwa Cirebon adalah daerah pertama yang merdeka sebelum daerah-daerah lain.

“Namun demikian kita sepakat secara resmi, jiwa dan semangat revolusi berkobar dari semangat proklamasi 17 Agustus 1945 yang dibacakan oleh Bung Karno dan Bung Hatta di Pegangsaan Timur 56 Jakarta atas nama bangsa Indonesia,” pungkasnya.

(son/rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds