September, Imron Jadi Bupati Definitif

Dodi Mulyono, Kabag Pemerintahan Setda Kabupaten Cirebon saat memberikan keterangan. Ghofar/pojokjabar

Dodi Mulyono, Kabag Pemerintahan Setda Kabupaten Cirebon saat memberikan keterangan. Ghofar/pojokjabar

POJOKJABAR.com, CIREBON – Setelah keputusan inkrah Bupati Cirebon nonaktif Sunjaya Purwadisastra,  Pemerintah Kabupaten Cirebon kini sedang menunggu undangan dari pihak Provinsi untuk mengambil Surat Keputusan (SK) pemberhentian tetap Sunjaya Purwadisastra sebagai Bupati Cirebon.

“Kita sedang menunggu SK pemberhentian tetapnya Pak Sunjaya,” kata Kabag Pemerintahan pada Setda Kabupaten Cirebon, Dodi Mulyono kepada Pojokjabar.com, Selasa (13/8/2019).

Tahapannya, jika pihaknya sudah mendapatkan SK pemberhentian tetap Bupati Cirebon nonaktif, pihaknya meminta kepada DPRD untuk memparipurnakan.

“Nanti kita menyurati DPRD untuk memparipurnakan dan untuk mengumumkan SK pemberhentian tetap Pak Sunjaya, kemudian mengangkat pak Wakil Bupati Cirebon (Imron Rosyadi,red) menjadi bupati definitif dan hasil itu diajukan kembali ke Kemendagri lewat Gubernur untuk mendapatkan SK pengesahan pak Wakil Bupati menjadi Bupati,” jelas Dodi.

Dikatakannya, kalau untuk jadwal paripurna, lanjut Dodi, begitu pihaknya diundang oleh Provinsi kaitan dengan SK pemberhentian tetap Pak Sunjaya nanti pihaknya akan segera mengajukan ke DPRD untuk segera di paripurnakan.

“Tinggal menyesuaikan waktu DPRD saja, kita harapkan sih mudah-mudahan paripurna nya bisa bulan ini,” katanya.

Masih dikatakan Dodi, tahapan atau jenjang ini sesuai dengan UU 23 Tahun 2014. “Prosesnya kalau sesuai SOP sih 14 hari kerja di Provinsi dan 14 hari kerja di Kemendagri untuk proses SK nya. Mudah-mudahan bulan September Insya Allah kita memiliki Bupati definitif,” katanya.

Diakhir, pihaknya mendapatkan info terbaru bahwa sudah ada SK pemberhentian tetap Pak Sunjaya. Namun provinsi belum mendapatkan undangan dari Kemendagri.

(gfr/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds