Fasilitas Modern Gedung Baru FITK, IAIN Syekh Nurjati Cirebon Siap Kejar Jadi UIN

Jajaran akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon bersama tamu undangan usai melakukan peletakan batu pertama gedung baru FITK. Alwi/pojokjabar

Jajaran akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon bersama tamu undangan usai melakukan peletakan batu pertama gedung baru FITK. Alwi/pojokjabar

POJOKJABAR.com, CIREBON – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon dalam waktu dekat akan memiliki gedung baru. Gedung tersebut nantinya akan diproyeksikan untuk Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). Peletakan batu pertama pun selesai dilakukan.

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag, usai meletakan batu pertama mengungkapkan gedung ini akan memiliki fasilitas modern seperti lift dan penggunaan hemat energi seperti menggunakan kartu layaknya hotel-hotel.

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumata M.Ag (kiri) hendak meletakan batu pertama gedung baru FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Alwi/pojokjabar

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumata M.Ag (kiri) hendak meletakan batu pertama gedung baru FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Alwi/pojokjabar

“Jadi seperi hotel. Dosen itu kalau ngajar di pintu diselipkan kartu nyala kan, kalau selesai ambil. Itu hemat energi kan. Karena pengalaman kita yang sudah-sudah untuk sistem AC menyala terus menerus. Mahasiswa tidak mematikan. Dosen tidak mematikan. Petugasnya juga mungkin lupa. Akhirnya dengan itu energi kita tidak bisa hemat,” ujar Sumanta, Senin (12/8/2019).

Sumanta juga mengungkapkan, gedung tersebut nantinya diprediksi selesai pada akhir Desember dan menampung kurang lebih 1.500 mahasiswa. Ruang seperti aula, tempat seminar, dan sidang, nantinya akan dibuat untuk menunjang kegiatan akademik mahasiswa dan kampus.

“Nanti gedungnya akan dibuat lima lantai. Ada lift juga agar para dosen dan mahasiswa naik turun bisa gampang. Ini menyambut UIN. Dan ada PP Nomor 46 tahun 2019 tentang perguruan tinggi dan keagamaan, yang akan membuka prodi umum di luar keagamaan sebanyak 50 persen,” kata Sumanta.

Gedung yang memiliki nilai kontrak sebesar Rp 25.690.631.628 tersebut telah didampingi oleh tiga instansi kelembagaan seperti TP4D Kejaksaan Negeri Kota Cirebon, Unit Tipikor dan Satbinmas Polres Cirebon Kota dan Tim Teknis DPUPR Kota Cirebon.

(alw/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds

pernikahan

Sertifikat Layak Nikah Bikin Susah

Sertifikat layak nikah itu nantinya akan dijadikan syarat bagi calon pengantin untuk menikah. Jika tidak memiliki sertifikat tersebut, calon pengantin …