Kapolres Ciko Ungkap Aktivitas Ilegal Penambangan Pasir

Galian C aktif lagi, mobil pengangkut dari galian C mulai dikeluhkan warga karena menimbulkan polusi debu di jalan. Alwi/pojokjabar

Galian C aktif lagi, mobil pengangkut dari galian C mulai dikeluhkan warga karena menimbulkan polusi debu di jalan. Alwi/pojokjabar

POKJKOKJABAR.com, CIREBON– Akibat aktivitas ilegal penambangan pasir mencapai 100 hektar berupa kerusakan lahan di Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

Padahal kawasan tersebut merupakan kawasan yang menjadi resapan air di Kota Cirebon.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Roland Ronaldy mengatakan, pihak Satreskrim telah melakukan pengungkapan pemeriksaan dan sudah selesai pemberkasan atas 2 laporan berbeda kasus galian pasir ilegal di Surapandan dan Cibogo Kelurahan Argasunya.

“Kami tetapkan 2 tersangka di galian ilegal yang berlokasi di Dusun Surapandan yang berinisial WS dan MA, sedangkan untuk kasus galian di dusun Cibogo telah ditetapkan tersangka satu orang yang berinisial S karena melakukan penambangan pasir tanpa izin, totalnya 3 orang tersangka,” kata Roland Ronaldy di markas Polres Cirebon Kota, Jumat (9/8).

Roland menambahkan, para tersangka ini dalam melakukan aksi kejahatan dengan modus, penggalian pasir dan tanah menggunakan alat-alat berat (red.Beko) tanpa memiliki izin dari pemerintah.

Roland Ronaldy

Kapolres Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy saat memberikan keterangan. Alwi/pojokjabar

 

Sehingga, para tersangka terancam pidana 10 tahun penjara dan denda Rp10 miliar.

“Pasal yang kami gunakan yaitu, Pasal 158 UU Minerba No 4 Tahun 2009, dengan ancaman pidana 10 tahun dan denda 10 miliar. Berkasnya sudah selesai dan akan dilimpahkan ke pihak Kejaksaan Negeri Kota Cirebon,” ujar Roland.

Ia mengaku, kasus galian ilegal ini telah berlangsung lama, namun upaya pembinaan melalui surat teguran dan musyawarah di DPRD Kota Cirebon tidak membuat jera para tersangka pengusaha galian C ilegal.

AKBP Roland Ronaldy

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Roland Ronaldy ungkap kasus galian ilegal./Foto: Rmol

 

Sehingga pihaknya mengambil tindakan hukum yang berlaku yaitu UU Minerba No. 4 tahun 2009.

“Aktivitas mereka itu sudah lama, sudah diberikan himbauan, surat teguran, dan dimusyawarahkan di DPRD, tindakan pidana merupakan tindakan terakhir sebagai penegakkan hukum,” ungkap Roland.

Ditambahkan Roland, pihaknya juga telah mengamankan alat-alat bukti yaitu 7 unit Beko dan alat untuk mengayak pasir. Mereka itu Ketua Yayasan dan 2 pengelola galian C ilegal.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy. Alwi/pojokjabar

Kapolres Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy. Alwi/pojokjabar

 

“Kami juga sudah melakukan pemeriksaan dan keterangan dari Dinas ESDM Wilayah VII Cirebon, kami telah mengamankan 7 alat berat jenis Beko dan alat pengayak pasir sebagai barang bukti dan tersangka salah satu Ketua Yayasan,” tutup Roland.

(gan/rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds