Sosok 2 Pelajar Cirebon Gagas Ekskul Balap Motor di Sekolah

Ekskul balap motor SMK Ponpes Manbaul Ulum Cirebon./Foto: Istimewa

Ekskul balap motor SMK Ponpes Manbaul Ulum Cirebon./Foto: Istimewa


POJOKJABAR,com, CIREBON– Ade Hermawan, salah seorang pelajar kelas tiga (3) atau kelas 12 SMK Ponpes Manbaul Ulum Cirebon menjadi penggagas (pendiri, red) adanya ekskul balap sepeda motor di sekolahnya.

Pria dengan nomor start 128 ini kepada Pojokjabar.com mengaku diminta selama 1  tahun untuk merealisasikan gagasannya membuat sekolah balap dalam bentuk ekstrakulikuler di sekolah tempat ia menimba ilmu saat ini.

“Saya masih sekolah, baru naik kelas 3, terus saya juga disuruh mengikuti event-event di wilayah Cirebon, kata sekolah begitu,” akunya kepada Pojokjabar.com, Rabu (7/8/2019).

Saat ditanyakan perihal idenya ini yang diterima pihak sekolah, pria yang mengaku memiliki calon istri ini awalnya mengajukan kepada pohak sekolah agar ada sekolah balap di wilayah Cirebon.

“Akhirnya di-acc sama kepala sekolah, jadi saya melatih murid baru kelas 10 dan kelas 11,” terang lelaki yang mengaku pernah meminjam uang demi mengikuti balapan resmi.

SMK Ponpes Manbaul Ulum Cirebon2

Pembalap pelajar asal SMK Ponpes Manbaul Ulum Cirebon./Foto: Istimewa

 

Sementara, katanya, ia sendiri juga diminta mengikuti event balap motor terdekat dengan membawa nama sekolah, yakni di Sumber.

Alasan ia mengajukan ekskul ini lantaran melihat kondisi di sekolah lain, seperti SMK pertiwi Kuningan, sudah memiliki ekskul tersebut.

“Majalengka suda ada, yaitu Karnas, dan Cirebon kan belum ada? Makanya, kita mengajukan sekolah kita untuk mengikuti pekan olahraga balap motor,” tambah pria mengaku pernah meraih podium kejuaraan balap motor Jabar pada 2018 lalu.

Pembalap Cirebon Ade Hermawan

Pembalap Cirebon Ade Hermawan./Foto: Istimewa

 

Untuk ke depan, katanya, pihaknya akan rutin mengadakan latihan fisik ada hari Sabtu, latihan itu harus kita lakukan dengan rutin.

“Di sekolah balap kita ini baru ada 2 atlet pembalap, yaitu Ade Hermawan asal Kuningan, dan Nur Kholid asal Cirebon, Plumbon,” katanya.

Terkait dukungan pihak sekolah, jelasnya, ia mengaku sekolah siap menjadi sponsor dengan membiayai setiap event balap yang diikuti , lalu akan membelikan 1 motor regulasi mp 4 125 cc std.

Pembalap Cirebon Ade Hermawan

Pembalap Cirebon Ade Hermawan./Foto: Istimewa

 

“Total dana dari sekolah Rp 15 juta,” tambahnya.

Ia berharap, dengan keberadaan ekskul balap motor di sekolahnya ini bisa menjadi tempat bibit-bibit pembalap di daerah Ciebon. Namun, katanya, belum ada dukungan dari pihak-pihak terkait, seperti KONI, dan Disdik.

“Belum ada, paling dukungan dari para pembalap Cirebon,” kata lelaki yang mengaku nomor start 128 menjadi nomor keberuntungannya lantaran sama dengna tanggal kelahiran calon istrinya, Tania Agustin.

Ekskul balap motor SMK Ponpes Manbaul Ulum Cirebon

Ekskul balap motor SMK Ponpes Manbaul Ulum Cirebon./Foto: Istimewa

 

Program-program awalnya, terangnya, akan memulai latihan di tiga lokasi, seperti di Majalengka, Bima, dan Pasar Gaya.

Kepada anak-anak muda Cirebon, ia berpesan agar tidak sesekali mencoba melakukan balap liar.

“Ikutilah kami di sekolahbalap, mencari bakat, atau prestasi,” tandas pelajar yang mengambil jurusan Teknik Sepeda Motor ini.

(mar/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds