Agar Tidak Ada Korban Lagi, Begini Ide Lurah Argasunya

Lurah Argasunya bersama Staf BP4D Kota Cirebon. Indra/pojokjabar

Lurah Argasunya bersama Staf BP4D Kota Cirebon. Indra/pojokjabar

POJOKJABAR.com, CIREBON – Jatuhnya korban jiwa di lokasi galian pasir ilegal di kelurahan Argasunya Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon, menjadi kejadian tragis dan dilema bagi pemerintah Kota Cirebon. Kono Pemkot Cirebon berencana akan melakukan alih profesi bagi masyarakat yang bekerja sebagai buruh harian lepas di lokasi tambang pasir secara manual tersebut.

Menurut Lurah Argasunya, Dudung Abdul Barry mengakui kejadian hilangnya nyawa akibat aktivitas penambangan pasir selama dirinya menjabat Lurah Argasunya merupakan kecelakaan yang ke 2 kalinya. Besar harapan pada pemilik lahan tambang agar bertanggung jawab, tidak hanya pada lingkungan namun juga pada keselamatan pekerja buruh harian di lokasi tambang.

“Kecelakaan yang kemarin merupakan yang kedua kalinya selama saya menjabat jadi Lurah Argasunya, tentunya kejadian kemarin itu harus yang terakhir,“ kata Dudung Abdul Barry pada pojokjabar saat ditemui di kegiatan penilaian lomba Posyandu se-Kota Cirebon, Jumat (19/7/2019).

Masih menurutnya, pihak Pemerintah Kelurahan Argasunya sangat prihatin dengan kejadian kemarin sore. Sehingga perlu ada solusi segera agar masyarakat yang menjadi buruh harian lepas di galian pasir bisa segera dialih profesikan.

“Kami ingin ada gerak cepat, agar masyarakat kami dapat segera alih profesi dari buruh harian lepas menjadi buruh bangunan profesional yang dipekerjakan di dalam proyek-proyek milik Pemerintah Kota Cirebon,“ ungkap Dudung.

Ia menambahkan, ide untuk segera melakukan satu terobosan cepat untuk masyarakat beralih profesi dari buruh harian lepas ke buruh bangunan profesional akan di tindaklanjuti berupa laporan pada atasan (Kecamatan) dan Dinas terkait.

“Tentu ini mendesak karena sudah ada korban meninggal, sehingga ide alih profesi harus segera, kami akan berkoordinasi dengan BP4D (Bappeda) serta Dinas Ketenagakerjaan dan Dinas PU agar masyarakat dapat diserap dalam proyek-proyek pembangunan infrastruktur di Kota Cirebon,“ ujarnya.

Masih ditempat yang sama, menurut salah seorang staf BP4D Kota Cirebon, Harum Rohgunanto, mengatakan apa yang menjadi ide Lurah Argasunya tentu akan disampaikan pada pimpinan di BP4D, agar permasalahan di Kelurahan Argasunya dapat segera diatasi.

“Apa yang menjadi ide Pak Lurah Dudung dalam program alih profesi, akan kami laporkan pada pimpinan di BP4D,“ katanya.

(ind/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds