Viral Tempelan Kertas di Medsos, Begini Menurut Manager Hotel Qintani

Dedi, Manager hotel Qintani Tuparev Kabupaten Cirebon. Indra/pojokjabar

Dedi, Manager hotel Qintani Tuparev Kabupaten Cirebon. Indra/pojokjabar

POJOKJABAR.com, CIREBON – Foto viral larangan bagi Ojol di samping pintu lift yang ditempel dari bahan kertas bertuliskan “Untuk Grab dan Gojek Harap Naik Melalui Tangga. Thank You…” membuat pihak terduga hotel angkat suara.

Unggahan foto viral dibagikan di grup Facebook KOCI, grup Ojol Cirebon, dan di Instagram.

Pojokjabar.com mencoba mengklarifikasi kepada pihak manajamen Hotel Qintani Tuparev Kabupaten Cirebon.

Baca: Curhatan Ojol Cirebon, Kerap Dapat Perilaku Tidak Manusiawi

Menurut Dedi selaku Manager di Hotel Qintani menuturkan, penempelan tulisan di dekat pintu masuk lift merupakan kebijakan yang diambilnya untuk efesiensi pengeluaran,

Hal ini karena untuk sekali naik lift membutuhkan dana sebesar Rp5 ribu untuk biaya listriknya.

Ojol di Cirebon

Ojol di Cirebon./Foto: Istimewa

 

“Ini merupakan kebijakan manajemen untuk efesiensi saja,“ kata Dedi Manager Hotel Qintani pada Pojokjabar.com saat ditemui di Lobby hotel Qintani di bilangan Tuparev, Kabupaten Cirebon, Rabu (17/7/2019).

 

Ia mengaku, lift yang ada khusus untuk barang dan tamu hotel menuju lantai tiga (lantai paling atas) sebagai ruang restoran.

Sehingga, lanjutnya, penggunaannya hanya untuk barang dan para tamu yang akan melakukan makan di ruang restoran hotel.

Nurul Hidayah

Nurul Hidayah./Foto: Istimewa

 

“Adanya lift ini hanya untuk barang dan tamu hotel yang akan naik ke restoran di lantai tiga,” ujarnya

Masih menurutnya, Hotel Qintani di Jalan Tuparev, pihaknya hanya memiliki tiga lantai.

Sehingga, jelasnya lagi, pihak hotel menyediakan tangga untuk menuju kamar di lantai dua. Adapun jumlah kamar yang dimiliki hotel hanya 27 kamar saja.

Ojol di Cirebon

Ojol di Cirebon./Foto: Istimewa

 

“Kami ini hotel kelas melati, bukan hotel berbintang dengan lantai yang tinggi,“ ungkapnya.

Dedi menambahkan adanya larangan bagi Ojol untuk menaiki lift di Hotel Qintani hanya sebagai efesiensi pengeluaran.

Karena, katanya, Hotel Qintani bukan hotel berbintang, dan memiliki lantai yang tinggi.

“Kami berharap warganet dapat memaklumi kebijakan efesiensi, karena tidak bertujuan untuk menghina profesi Ojol yang mengantarkan pesanan,“ tutupnya.

Sebelumnya, salah satu pekerja ojek online (Ojol) di wilayah Cirebo, Nurul Hidayah, mengungkap dugaan perilaku tidak manusiawi, hampir serupa dengan kejadian viral itu.

Menurutnya, pada kasus tempelan papan kertas yang viral itu, sebagai salah satu pekerja ojol, ia mengaku bahwa seolah tukang ojol tak berhak dan tak layak melewati lokasi itu.

“Tak layak, tak pantas seperti orang berduit lainnya,” katanya.

Ia pun mengaku, dirinya kerap merasakan kejadian serupa yang membuatnya sakit hati dan kecewa, serta meringis.

Ia menilai, ojol pun layak mendapatkan kemewahan seperti itu, meski sekedar mengantarkan pesanan konsumen.

“Kita juga manusia, kamu juga manusia, apa tidak ada hati kecil yang manusiawi,” keluhnya.

(ind/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds