Jelang Idul Qurban, Pemkab Cirebon Sosialisasi Ante Mortem dan Post Mortem Hewan Qurban

Kabid Keswan (kedua dari kanan) memberikan materi kepada petugas kesehatan hewan. Ghofar/pojokjabar

Kabid Keswan (kedua dari kanan) memberikan materi kepada petugas kesehatan hewan. Ghofar/pojokjabar


POJOKJABAR.com, CIREBON – Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) pada Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon menggelar sosialisasi Ante Mortem hewan qurban dan Post Mortem hewan qurban di Aula Dinas Pertanian, Rabu (17/7/2019).

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Ali Effendi melalui Kepala Bidang Keswan, drh Encus Suswaningsih menuturkan karena masih keterbatasan petugas SDM yang untuk memeriksa hewan qurban sebelum dipotong maupun sesudah dipotong untuk memeriksa kualitas daging seperti apa maka pihaknya melibatkan partisipasi masyarakat.

“Kita baru mampu merekrut 150 petugas yang tersebar di seluruh Desa yang ada di Kabupaten Cirebon,” kata drh Encus Suswaningsih kepada pojokjabar.

Petugas ini diberikan sosialisasi. Kemudian juga ada prakteknya seperti penjelasan bagaimana yang namanya cara memeriksa hewan-hewan qurban secara klinis layak atau tidaknya hewan itu dipotong sebagai hewan qurban.

“Kemudian dari segi kelayakan secara aturan Islam, kemudian tidak bercacat, dan cukup umur,” ujarnya.

Di Kabupaten Cirebon ini sudah bebas Anthrax, namun justru yang di hawatirkan itu penyakit yang bersifat zoonosis atau penyakit yang dari hewan ke manusia.

“Alhamdulillah di kita Anthrax tidak ada, tetapi yang kita hawatirkan ada penyakit-penyakit yang lain seperti misalnya penyakit TB paru dari hewan ternak ke manusia, kemudian juga brucellosis, tetapi yang terjadi saat ini bukan yang macam-macam hanya umumnya dari tahun ke tahun itu hanya cacing hati,” ujarnya.

Dikatakannya, jika terdapat cacing hati pada daging tidak apa-apa dikonsumsi. Namun pada bagian hati yang ada cacingnya saja yang tidak boleh dikonsumsi dan harus dibuang cacing pitanya.

“Yang penting pemanasannya harus dengan suhu tinggi dan itu akan akan mati tetapi kalau sudah ada investasi cacing hati, bentuk hatinya itu sudah tidak jelas dan kalau dipotong kedengeran kayak berpasir dan itu sudah enggak boleh untuk dikonsumsi,” tandasnya.

(gfr/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds