Wali Kota Minta Peran Serta Masyarakat Jaga Kebersihan

Petugas sedang membersihkan sampah di sungai Cipadu. Ist/pojokjabar

Petugas sedang membersihkan sampah di sungai Cipadu. Ist/pojokjabar

POJOKJABAR.com, CIREBON – Seluruh masyarakat Kota Cirebon diminta untuk bersama-sama menjaga kebersihan kota.

Karena, sesungguhnya permasalahan sampah merupakan permasalahan bersama.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis mengomentari viralnya foto sungai penuh berbagai sampah, persis di depan salah satu lokasi wisata yang ada di Kota Cirebon.

“Saya sudah perintahkan langsung kepada dinas terkait untuk segera melakukan pembersihan,” tegas Azis, Selasa (9/7/2019).

Bahkan Azis juga sudah mendapatkan laporan jika sungai yang sebelumnya kotor, kini sudah dibersihkan melibatkan berbagai unsur, mulai dari unsur pemerintah Kota Cirebon, masyarakat pecinta lingkungan, dan lainnya.

Sampah di depan Keraton Kasepuhan

Sampah di depan Keraton Kasepuhan./Foto: Indra

 

Namun, yang menjadi pertanyaan, lanjut Azis, yaitu sampai kapan kondisi sungai yang bersih itu bisa bertahan.

Karena itu, Azis memohon agar masyarakat juga ikut berperan serta menjaga kebersihan, termasuk kebersihan sungai-sungai yang melintas di Kota Cirebon.

“Karena sesungguhnya persoalan sampah itu persoalan kita semua, warga Kota Cirebon,” ungkap Azis.

Sampah di depan Keraton Kasepuhan

Sampah di depan Keraton Kasepuhan./Foto: Indra

 

Dengan ujung tombaknya tentu saja Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon melalui dinas terkait.

Namun tanpa peran serta dari masyarakat, baik masyarakat yang tinggal di daerah hulu sungai maupun di sekitar sungai, kebersihan tersebut tetap tidak akan bisa terjaga.

“Jadi kalau ada orang yang buang di sungai, tolong ditegur. Mari kita jaga bersama-sama kebersihan di sekitar kita,” pinta Azis.

Sampah di depan Keraton Kasepuhan

Sampah di depan Keraton Kasepuhan./Foto: Indra

 

Saat ini sampah yang bertebaran di Sungai Cipadu, persis di depan Keraton Kasepuhan telah dibersihkan bersama-sama.

Pembersihan selain dilakukan oleh Pemda Kota Cirebon melalui Dinas PUPR dan Lingkungan Hidup Kota Cirebon juga bersama-sama dengan masyarakat peduli lingkungan.

“Kalau dilihat dari jenis sampahnya, kebanyakan sampah rumah tangga,” ungkap Plt PSDA Dinas PUPR Kota Cirebon, Denny Rohmawan.

Karena itu, sebagai tindakan agar sungai tidak kembali kotor, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan sejumlah kelurahan yang terdapat di sekitar sungai tersebut.

“Ada tiga kelurahan yang dilewati sungai ini, yaitu Kelurahan Jagasatru, Kelurahan Kasepuhan dan Kelurahan Lemahwungkuk,” ungkap Denny.

Mereka juga akan mendata, RW mana saja di 3 kelurahan tersebut yang langsung berhadapan dengan sungai Cipadu tersebut.

Selanjutnya mereka akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk bisa bersama-sama menjaga kebersihan sungai yang ada di sekitar mereka.

Juga akan dipasangkan jaring, sehingga nantinya sampah akan terperangkap di jaring tersebut.

Masyarakat sekitar juga diminta kesediaannya untuk ikut mengangkut sampah yang terperangkap di dalam jaring. Jaring rencananya akan dipasang di jembatan Pegajahan dan Jembatan Grubugan.

“Papan larangan membuang sampah ke sungai juga akan dipasang di sekitar sungai,” ungkap Denny.

Dengan langkah yang akan segera dilakukan, Denny berharap sungai yang ada di kota Cirebon bisa terjaga kelestariannya.

Sementara itu Dani Jaelani, ketua Forum Lingkungan Hidup dan Budaya Kota Cirebon, mengungkapkan jika kebersihan sungai sebenarnya tidak hanya tugas dari pemerintah daerah semata.

“Namun juga tugas semua masyarakat Kota Cirebon untuk bersama-sama menjaga kebersihan, termasuk kebersihan sungai yang ada di sekitar kita,” ungkap Dani.

Karena itu, selain telah melakukan pembersihan sungai hari ini, mereka juga akan melakukan aksi bersih-bersih Sungai Cipadu ba’da salat zuhur pada Rabu esok, 10 Juli 2019. Selanjutnya untuk langkah ke depannya, Dani meminta kepada Pemda Kota Cirebon melalui dinas terkait untuk bisa juga membuat dum, seperti yang dibuat di Jakarta.

“Untuk sementara jaring bisa, ke depannya bisa dibuatkan dum dengan biaya yang lebih terjangkau,” ungkap Dani.

Sehingga nantinya sampah-sampah akan terkurung di dum yang dilengkapi dengan pintu untuk pengambilan sampah.

“Kami juga akan memasang spanduk himbau di setiap 100 meter kiri dan kanan sungai. Jadi kalau ada masyarakat yang ingin buang sampah ke sungai, bisa membuat mereka malu,” ungkap Dani.

(ind/rilis/pojokjabar)

loading...

Feeds