Kukuhkan 94 Kontingen, IAIN Syekh Nurjati Siap Menangi Lomba Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset 2019

Kontingen Pionir IX Tahun 2019 IAIN Syekh Nurjati Cirebon saat dikukuhkan untuk mengikuti lomba Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset. Alwi/pojokjabar

Kontingen Pionir IX Tahun 2019 IAIN Syekh Nurjati Cirebon saat dikukuhkan untuk mengikuti lomba Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset. Alwi/pojokjabar

POJOKJABAR.com, CIREBON – IAIN Syekh Nurjati Cirebon hari ini mengukuhkan kontingen pionir dalam lomba Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset yang digelar di UIN Malang 15-20 Juli 2019. Pengukuhan tersebut di lantai III Rektorat IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan diikuti 94 kontingen.

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag, mengungkapkan selaku pimpinan mewakili Wakil Wektor, Dekan, Wakil Dekan dan seluruh tenaga pendidikan IAIN diharapkan para kontingen agar menjaga kesehatan sehingga pulang dapat mengukir prestasi yang mengharumkan nama baik IAIN Cirebon.

“Yang kedua bahwa kita datang ke sana harus mengukir prestasi. Terlepas itu juara 1,2,3 harus menjadi mimpi besar kita sehingga muncul dalam motivasi kita sehingga terus berusaha. Kita harus berprestasi. Tatkala kita unggul kita dilihat oleh kompetitor-kompetitor kita. Hal itu harus kita upayakan,” kata Sumanta, Selasa (9/7/2019).

Sumanta juga mengimbau, kepada para kontingen agar selama mengikuti lomba selalu mencerminkan nilai religius dengan tidak meninggalkan salat. Karena menurut Sumanta hal itu penting diperhatikan sebagai menjaga kesehatan rohani.

“Rohani juga salat jangan sampai ditinggal. Tentu jaga kesehatan baik jasmani dan rohani supaya bisa mencerminkan sebagai mahasiswa IAIN SNJ Cirebon. Karena saat ini cuaca ekstrem kita harus pandai-pandai menjaga diri,” ujar rektor dua periode tersebut.

Sementara itu, Wakil Rektor III IAIN Syekh Nurjati Cirebon bidang kemahasiswaan, Dr H Ilman Nafi’a M.Ag, pihaknya yakin kontingen dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon akan meraih juara. Pasalnya menurut Ilman dilihat dari potensi selama mereka memenangi lomba di kejuaraan yang lain.

“Dari pengalaman, kita potensi untuk menang. Debat bahasa Inggris, panjat tebing, tenis meja, catur, dan yang lainnya. Cuma dilihat dari kompetisi di sini yang dipertahankan kita berkali-kali adalah futsal. Misalnya, debat bahasa Inggris mahasiswa kami menjuarai peringkat III di Purwokerto, dan lombanya tingkat nasional,” pungkas Ilman.

(alw/pojokjabar)

loading...

Feeds