Gara-gara Sistem Zonasi, SMA Negeri di Kota Cirebon Kekurangan Siswa

Sekretaris PPDB di SMA Negeri 9 Kota Cirebon Rojaya saat ditemui pojokjabar.com. ind/pojokjabar

Sekretaris PPDB di SMA Negeri 9 Kota Cirebon Rojaya saat ditemui pojokjabar.com. ind/pojokjabar


POJOKJABAR.com, CIREBON– Penerima Peserta Didik Baru (PPDB) Online yang telah resmi ditutup, menyisakan masalah dan juga tidak sedikit masyarakat memprotes dengan diberlakukannya disistem zonasi.

Sekretaris PPDB di SMA Negeri 9 Kota Cirebon Rojaya yang menjabat mengatakan, aturan zonasi yang diberlakukan oleh Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan cukup baik, namun masih banyak kekurangan dalam penerapannya.

“Mungkin baik tujuannya, namun dengan diberlakukan zonasi banyak masyarakat yang notabane dekat dengan Sekolah tidak bisa masuk, hanya karena berbeda Kecamatan dalam Zonasi, “ Kata Rojaya pada pojokjabar.com di sela-sela PPDB offline dibilangan Kebon Pelok Kalijaga Harjamukti Kota Cirebon, Rabu (3/7/2019)

Pria yang akrab disapa Rojaya menjelaskan, sekolah menerima kuota 396 siswa secara keseluruhan, namun pihak SMA Negeri 9 baru merima 257 siswa melalui PPDB online, akibatnya sekolah disini masih kekurangan sebanyak 139 siswa.

“Sekolah kami masuk dalam sekolah yang kekurangan siswa akibat penerima PPDB dengan sistem zonasi, “ ungkapnya

Namun, lanjut Rojaya beruntung pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat memberikan kelonggaran dengan di lakukannya tambahan waktu secara Offline (PPDB secara Offline).

“Sekolah kami membuka lagi PPDB, sehingga masyarakat bisa mendaftarkan anaknya melalui PPDB Offline mulai dari tanggal 1 hingga 15 Juli nanti, “ jelasnya

Sedangkan menurut Juteni (37), salah seorang Ibu Rumah Tangga asal RW 10 Suket Duwur Kelurahan Kalijaga Kecamatan Harjamukti, menuturkan, adanya PPDB Offline memberikan kesempatan dirinya mendaftarkan anak perempuannya.

“Alhamdulillah kami bisa mendaftarkan anak dalam PPDB offline, karena untuk keluarga kami menyekolahkan ke Sekolah Swasta tidak ada biaya, konon untuk biaya pakaian harus langsung dilunasi namun disini dapat di cicil, “ Ujar Juteni pada pojokjabar saat ditemui dihalaman SMA Negeri 9 Kota Cirebon

(ind/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds