Pemerintah Hanya Beri Janji, Ribuan Hektar Sawah Terancam Gagal Panen

Kasnuri (40) petani asal Kecamatan Suranenggala sedang menyedot air. Kirno/pojokjabar

Kasnuri (40) petani asal Kecamatan Suranenggala sedang menyedot air. Kirno/pojokjabar

POJOKJABAR.com, CIREBON – Ribuan hektare sawah di wilayah utara Kabupaten Cirebon di prediksi bakal gagal panen. Pasalnya di wilayah utara tersebut selalu mengandalkan air dari alam atau tadah hujan.

Di musim gaduh (kemarau,red) para petani harus mengandalkan aliran air dari bendungan Rentang. Itupun harus menggunakan alat bantu, karena air sungai yang bersumber dari bendungan Rentang tidak bisa langsung mengairi sawah.

Hal tersebut selalu dikeluhkan Kasnuri (40) petani asal Kecamatan Suranenggala. Setiap tahun, khususnya pada musim kemarau seperti ini dirinya mengaku harus ekstra mengeluarkan tenaga untuk menghindari gagal panen di sawah yang ia garap saat ini.

“Ya seperti ini. Nyedot air dari sungai. Itupun kalau bendungan Rentang kirim air. Kalau tidak ya tidak bisa alirin sawah,” kata Kasturi kepada pojokjabar.com, Senin (24/6/2019).

Rata-rata, lanjut Kasturi, rekan seprofesi nya khususnya para petani di wilayah utara ini memiliki mesin penyedot air. Karena untuk menghindari gagal panen tersebut.

“Katanya pemerintah jamin, waduk Jatigede aktif wilayah kami tidak bakal kekeringan. Tapi faktanya mana? Pemerintah hanya janji-janji saja,” ungkapnya.

Sementara itu dibeberapa sungai terlihat mengering dan para petani kesulitan mencari air. Para petani kesulitan mendapatkan air untuk mengairi sawahnya.

(kir/pojokjabar)

loading...

Feeds

Ngelem

Miris, Masih SD Sudah Ngelem

Tiga bocah yang masih berstatus pelajar salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Cugenang, tertangkap basah sedang asyik menggelar pesta …