Operasi Bayi Kembar Siam di RSUD Gunung Jati Sukses

Dirut RSUD Gunung Jati bersama Ketua Tim dokter RSUD Soetomo Surabaya saat memberikan keterangan kepada wartawan. Indra/pojokjabar

Dirut RSUD Gunung Jati bersama Ketua Tim dokter RSUD Soetomo Surabaya saat memberikan keterangan kepada wartawan. Indra/pojokjabar

POJOKJABAR.com, CIREBON – Operasi pemisahan bayi kembar siam yang dilakukan di rumah sakit Gunung Jati, Kota Cirebon merupakan kasus yang sangat langka, dimana kasus bayi kembar siam hanya terjadi 1 banding 5 juta kelahiran.

Menurut dr.Bunadi operasi yang berjalan 4 jam berhasil memisahkan bayi kembar siam yang merupakan putri dari pasangan Imam Royanih (43) dan Iklimah (39) warga Blok Kecabean RT. 16 RW. 03 Desa Megugede Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon.

“Alhamdulillah usaha yang maksimal dari pusat pelayanan kembar siam terpadu RSUD Soetomo Surabaya yang dibantu tim dokter RSUD Gunung Jati suskes melakukan pemisahan bayi kembar siam anak dari pak Imam dan ibu Iklimah,“ kata dr. Bunadi pada pojokjabar saat memberikan keterangan di ruang komite medik RSUD Gunung Jati Cirebon, Kamis (20/6/2019) petang.

Ia menambahkan, dari operasi pemisahan yang masuk kategori darurat karena satu bayi mengalami penurunan kesehatan yang buruk, sehingga dari bayi kembar siam hanya satu yang berhasil di selamatkan dengan kondisi stabil.

“Beruntung tim dari pusat pelayanan kembar siam RSUD Soetomo datang tepat waktu, karena kondisi sang bayi dalam kondisi kesehatan yang menurun drastis, kami sangat berterima kasih pada kolega kami yang tanpa mengenal lelah setelah menempuh perjalanan dari Surabaya langsung melakukan operasi dan berhasil menyelamatkan salah satu bayi dari kembar siam,“ ujar dr. Bunadi.

Hal senada diungkapkan salah seorang tim dokerdari pusat pelayanan terpadu kembar siam RSUD Soetomo Surabaya, mengakui jika saja telat melakukan operasi pemisahan bayi kembar siam, maka akan berakhir dengan kematian pada kedunnya.

“Alhamdulillah kami bersama tim yang bekerja cepat berhasil menyelamatkan salah satu bayi kembar siam, karena jika terlambat maka akan berakibat kematian keduanya,“ ujar dr.Agus Hariyanto SpA (K) Neonatus Ketua Tim dari Pusat pelayanan kembar siam terpadu RSUD Soetomo Surabaya.

Ia mengaku proses operasi pemisahan pada bayi kembar siam merupakan kasus langka dan yang dilakukan. Di RSUD Gunung Jati Cirebon merupakan kasus yang ke 99 kali, pihaknya mohon pada media agar membantu masyarakat yang memiliki bayi kembar siam.

“Kami mohon pada media massa agar ikut membantu saudara kita (masyarakat), karena kasus bayi kembar siam hanya dialami oleh keluarga kurang mampu,” ujarnya.

(ind/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds