Kasus Bayi Kembar Siam Selalu Menimpa Masyarakat Kurang Mampu, Kenapa?

Dirut RSUD Gunung Jati bersama Ketua Tim dokter RSUD Soetomo Surabaya saat memberikan keterangan kepada wartawan. Indra/pojokjabar

Dirut RSUD Gunung Jati bersama Ketua Tim dokter RSUD Soetomo Surabaya saat memberikan keterangan kepada wartawan. Indra/pojokjabar

POJOKJABAR.com, CIREBON – Kesuksesan penanganan medis yang dilakukan tim dokter dari pusat pelayanan kembar siam terpadu RSUD Soetomo berkolaborasi dengan tim doker RSUD Gunung Jati dalam operasi pemisahan bayi kembar siam putri ketiga dan ke-empat pasangan Imam Royanih dan Iklimah asal Desa Megugede Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon menjadi sejarah baru bagi dunia Medis di Cirebon.

Menurut dr. Agus Hariyanto SpA (K) Neonatus menjelaskan kasus bayi kembar siam sangat langka terjadi ditengah masyarakat, karena kasus ini hanya 1 banding 5 juta kelahiran. Ia mengaku rata-rata bayi kembar siam lahir dari keluarga kurang mampu. Karena faktor ekonomi sangat mempengaruhi asupan nutrisi di masa-masa kehamilan.

“Perlu kami sampaikan fenomena bayi kembar siam rata-rata dialami oleh pasangan dari keluarga kurang mampu, karena kasus bayi kembar siam akibat asupan nutrisi yang kurang dikonsumsi oleh ibu hamil,“ jelas dr. Agus Hariyanto SpA (K) Neonatus, Ketua Tim doker dari pusat pelayanan kembar siam terpadu RSUD Soetomo Surabaya saat memberikan keterangan di RSUD Gunung Jati Kota Cirebon, Kamis (20/6/2019).

Iklimah (39) Ibu bayi kembar siam. Indra/pojokjabar

Iklimah (39) Ibu bayi kembar siam. Indra/pojokjabar

Sedangkan menurut Iklimah (39) Ibu bayi kembar siam mengaku tidak punya firasat apa-apa pada saat kehamilan ketiga, karena sebelumnya telah melahirkan dua anak secara normal. Namun banyak teman dan tetangga yang mengatakan kehamilan ketiganya ini merupakan bayi kembar.

“Kami tidak punya firasat yang aneh-aneh, sebagai seorang ibu, dirinya senang akan memiliki bayi lagi, namun banyak teman-teman yang mengatakan kalau bayi yang dikandungnya itu merupakan anak kembar,“ kata Iklimah pada pojokjabar saat ditemui saat menunggu proses operasi di depan Kamar Operasi RSUD Gunung Jati Kota Cirebon.

Iklimah mengaku dari pagi menunggu dengan penuh harapan agar bayi kembar siamnya selamat dalam proses oprasi pemisahan oleh tim doker dari pusat pelayanan kembar siam terpadu RSUD Soetomo Surabaya bersama tim dokter RSUD Gunung Jati.

“Kami sekeluarga sangat berterima kasih pada semua pihak yang telah melakukan operasi pemisahan bayi kembar kami, khususnya pada Direktur RSUD Gunung Jati yang telah mengundang tim doker dari RSUD Soetomo,“ ungkap Iklimah.

(ind/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds