Teror Bom Molotov, Begini Info Terbarunya

Saksi menunjukan bekas lemparan bom molotov. Indra/pojokjabar

Saksi menunjukan bekas lemparan bom molotov. Indra/pojokjabar

POJOKJABAR.com, CIREBON – Misteri teror bom molotov yang sempat menggemparkan dan mendapatkan perhatian dari berbagai pihak, yang menimpa keluarga besar Titi Sumanti caleg terpilih dari Partai NasDem Kabupaten Cirebon.

Menurut Antoni (52) terduga pelaku merupakan warga desanya, namun sudah lama tinggal di Desa Karangmangu ikut ibunya yang pindah domisili. Adapun rumah dikosongkan dan di sewakan ke orang lain.

“Betul itu warga kami namun sudah lama pindah domisili ke tetangga desa kami yaitu Desa Karangmangu,“ kata Antoni Sekretaris Desa Kaligawe Wetan pada pojokjabar saat ditemui di kompleks pemerintahan Desa setempat, Rabu (19/6/2019).

Ia mengaku tidak begitu mengenal terduga pelaku yang berinisial NH (25) karena hampir 4-5 tahun tidak lagi berdomisili di Dusun 1 RW. 01/01 Desa Kaligawe Wetan, karena ikut ibunya yang nikah lagi dan pindah domisili. Tapi status kependudukan masih Kaligawe Wetan.

“Kami tidak begitu kenal dengan NH, lama juga di Karangmangu ikut ibunya, tapi betul KK dan KTP nya merupakan alamat Desa Kami,“ ujarnya.

Antoni menyangkan kejadian teror bom molotov yang menyeret pemuda asal desanya dan berharap tidak ada lagi kejadian serupa karena merupakan pelanggaran hukum dan berakibat sangsi pidana.

“Menurut kami, itu hanya balas dendam karena ada peristiwa keributan yang dilerai oleh pak Kuwu Agus Dustam. Kami berharap kedepan warga kami tidak melakukan hal-hal negatif yang akan merugikan diri sendiri maupun orang lain,“ ujarnya.

Sedangkan menurut Iing Ismail (41) menuturkan terduga pelaku merupakan warga Kaligawe Wetan yang ikut tinggal bersama kakanya yang membeli tanah di Desa Karangmangu, namun secara administrasi warga kaligawe Wetan.

“Kami juga tidak mengetahui keseharian nya karena terduga pelaku tidak bergaul dengan pemuda Desa kami, yang kami tahu terduga pelaku nongkrong di Bengkel motor Di Desa Kubangdeleg,“ kata Iing Ismail Kasatgas sekaligus Kasi Pemerintah Desa Karangmangu.

Iing berharap pemuda yang ada di Desa Karangmangu bisa sadar, karena perbuatan melanggar hukum akan berakhir dibalik teralis besi, tidak ada untung melakukan perbuatan tercela dan membuat gaduh dengan ikut ikutan geng motor.

“Kami sempat kaget ada panggilan dari pihak Kepolisian, ada warga desa kami yang melakukan aksi teror bom molotov dan diduga ikut geng motor yang meresahkan warga,“ ujarnya.

(ind/pojokjabar)

loading...

Feeds