Puluhan Tahun Limbah RPH Battembat Cemari Sungai, Warga Keluhkan Baunya

Tata Suparta tunjukan tempat keluarnya cairan limbah RPH Battembat. Ghofar/pojokjabar

Tata Suparta tunjukan tempat keluarnya cairan limbah RPH Battembat. Ghofar/pojokjabar

POJOKJABAR.com, CIREBON – Warga RW 03 Blok Sampurna Desa Panembahan Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon harus menahan aroma tidak sedap selama berpuluh-puluh tahun yang dihasilkan dari limbah rumah potong hewan (RPH) Battembat.

Salah satunya hal tersebut dikeluhkan Tata Suparta (45) warga blok Sampurna. Tata menuturkan tiap hari ia dan keluarganya harus menghirup aroma tidak sedap dari sumber pembuangan RPH Battembat.

“Saya sudah meminta tolong ke LSM, tapi tidak ada hasilnya. Ini loh mas baunya sudah enggak tahan banget,” kata Tata Suparta saat ditemui di lokasi pembuangan limbah RPH, Rabu (19/6/2019).

Ditambahkan dia, pihaknya mendesak kepada pemerintah Kabupaten Cirebon untuk mempertimbangkan keluhan warga ini yang diakibatkan oleh limbah rumah potong hewan tersebut.

“Sudah tidak layak. Karena sudah padat penduduk. Alangkah baiknya RPH ini dipindahkan segera,” harapnya.

Saat dikonfirmasi terpisah, Ketua RW setempat, Jaja (54) menuturkan belum lama ini warga yang di inisiasi oleh tokoh masyarakat sekitar meminta tandatangan warga yang konon bertujuan untuk RPH ini segera di pindahkan.

“Tuntutan warga itu baunya sampai ke blok tetangga yaitu blok Keramat. Pelopornya Hj Aminah. Bau ini disebabkan karena limbah darah dan kotoran yang dibuang ke aliran sungai,” tambah Jaja.

(gfr/pojokjabar)

loading...

Feeds