Masuk Musim Kemarau, Dini Hari Tadi 2 Rumah Ludes Terbakar

Petugas pemadam kebakaran sedang melakukan pemadaman rumah warga yang dilalap si jago merah. Ist/pojokjabar

Petugas pemadam kebakaran sedang melakukan pemadaman rumah warga yang dilalap si jago merah. Ist/pojokjabar

POJOKJABAR.com, CIREBON – Jelang Subuh, rumah tinggal milik Sarma, warga Blok Karang Malang RT 05 RW 01, Desa Bodesari, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, terbakar.

Kebakaran rumah tersebut diketahui terjadi pada Kamis pagi sekitar pukul 03.30 WIB yang diduga sumber api pertama dari kosleting listrik.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Pojokjabar.com, kobaran api berawal dari bangunan bagian belakang rumah yang diduga kosleting listrik, sehingga merembet ke bagian depan dan menghanguskan dua kamar tidur serta ruang makan dan sebagian ruang tamu.

Kobaran api yang begitu cepat melumat rumah milik warga tersebut, dikarenakan kondisi angin di wilayah tersebut sangat kencang. Namun sebelum merambat ke bangunan lain petugas pemadam Kebakaran dari Damkar Kabupaten Cirebon berhasil melakukan pemadaman dengan menghabiskan tiga tangki air di bantu oleh petugas TNI Polri dan warga setempat.

Eno Sujana Kasi Tanggap Darurat Damkat Kabupaten Cirebon mengatakan, kebakaran rumah milik warga terjadi pada pukul 03.40. Kebakaran rumah milik Sarma yang diduga dari kosleting listrik. Alhamdulilah berhasil di padamkan oleh petugas damkar dari pos Jaga Weru dan pos Jaga Sumber.

“Akibat kobaran rumah milik Sarma dengan kerugian belum dapat diketahui, dan tidak ada korban jiwa dan luka nihil,” kata Eno Sujana kepada pojokjabar.com, Kamis (13/6/2019)

Sebelumnya pun si jago merah mengamuk dan melalap rumah milik warga yang merangkap dijadikan home industri konveksi milik Ibu Sunarni, Blok Gerdu Playangan, Desa Kaliwedi Kidul, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon, Kebakaran yang terjadi pada pukul 00.10 WIB, Kamis (13/6/2019) dinihari.

Bangunan rumah milik Sunarni dengan luas bangunan yang terbakar 8 X 10 meter persegi yang diduga dari konsleting listrik. Dan api dengan cepat melumat se-isi ruangan rumah warga tersebut.

“Akibat kebakaran rumah milik Sunarni tersebut tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materi saja, dengan nilai kerugian di taksir diperkirakan sebesar Rp.150 juta,” ujar Eno.

Eno Sujana menambahkan, memasuki musim kemarau diimbau kepada warga masyarakat Kabupaten Cirebon untuk tidak membuang putung rokok sembarangan, serta pada saat bepergian atau meninggalkan rumah dipastikan kompor dan peralatan listrik yang tidak digunakan dimatikan dan sampah yang kering jangan dibakar kalaupun dibakar supaya ditungguin.

(kir/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds