Ribuan Warga Padati Ritual Grebeg Syawal

Ritual Grebeg Syawal di Makam Sunan Gunung Jati. Kirno/pojokjabar

Ritual Grebeg Syawal di Makam Sunan Gunung Jati. Kirno/pojokjabar

POJOKJABAR.com, CIREBON – Sepekan usai Lebaran, ribuan masyarakat dari berbagai daerah Cianyumajakuming sejak pukul 06.00 WIB, berbondong-bondong memadati areal kompleks wisata ziarah Makam Kramat Sunan Gunung Jati yang berada di Gunung Sembung Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Rabu (12/6/2019).

Ribuan warga tersebut, mereka mendatangi Makam Kramat Sunang Gunung Jati ia ingin menyaksikan dan mengikuti ritual yang dilakukan keluarga Kesultanan Keraton Kanoman, yang masih setia menjaga tradisi adat istiadat sejak turun temurun dalam gelar ritual Grebeg Syawal

Dari pantauan pojokjabar.com ribuan warga yang terus yang memadati komplek area Makam Kramat Sunan Gunung jati, mereka rela menunggu puncak ritual tradisi Grebeg Syawal dan sambil menunggu kedatangan Sultan Kanoman XII Sultan Raja Muhammad Emirudin beserta kerabat di keluarga besar Keraton.

Sementara itu, rombongan keluarga Keraton yang nantinya berjalan melewati sembilan pintu menuju makam Sunan Gunung Jati yang sengaja dibuka khusus pada kegiatan Grebeg Syawal, yaitu diawali Pintu Pasujudan, Pintu Kandok, Pintu Pandan, Pintu Soko, Pintu Kaca, Pintu Bacem, dan Pintu Gusti.

Hingga pada pukul 09.50 WIB rombongan Keraton dan karabatnya masih berada Komplek area Makam Sunan Gunung jati berada di Gunung Sembung untuk melakukan doa, hingga di lajut akan melakukan ritual di Pesanggrangan sambil menikmati hidangan dan di akhiri tradisi curak.

Juru Bicara Keraton Kanoman, Ratu Raja Arimbi Nurtina, menyampaikan,
Pada hari ini, pihaknya melakukan tradisi ritual Grebeg Syawal yang di lakukan setiap tahun seminggu usai lebaran, yang mana keluarga besar dari Keratonan Kanoman Cirebon berziarah ke makam Syekh Syarif Hidayatullah di komplek Gunung Sembung.

Kegiatan ini di awali di ruang Gedong Djinem hanya melakukan doa bersama, tahlilan, dan dzikir mendoakan yang mendahului kami dan bagi yang masih menjalani kehidupan.

“Kami melakukan tujuh kali doa bersama, tahlil, dan dzikir di tujuh areal pemakaman mulai dari makam Syekh Syarif Hidayatuallah hingga ke cicitnya yang menjadi Raja Kanoman generasi kedua. Semuanya dilakukan menghadap kiblat, dan akan diakhiri dengan tutup doa menghadap Pintu Pasujudan sekaligus penutupan kembali pintu tersebut atas izin Sultan,” kata Ratu Arimbi, kepada pojokjabar.com, Rabu (12/6/2019)

Ketika rombongan Sultan Kanoman, Gusti Sultan Raja Mochmmad Emirudin, keluar dari makam itu dan bergerak menuju Pendopo, warga berbondong-bondong dan berdesak-desakan mengikut ke pendopo dari makam Putri Ong Tien Nio. Di pendopo Paseban semua anggota keluarga Sultan Kanoman mengadakan makan bersama.

Sementara itu, keluarga Sultan Kanoman melemparkan kepingan uang recehan dari bokor. Sebagian dilemparkan di dalam pendopo Paseban wargapun berebut para keluarga. Kemudian berebut curak recehan. Di yakini oleh warga bahwa uang hasil curak itu, membawa berkah. Hingga pada pukul 12.00 di area makam Kramat Sunan Gunung jati masih di padati warga Cirebon.

(kir/pojokjabar)

loading...

Feeds