PLTU Hanya Beri Janji Palsu ke Warga tentang Penyerapan Tenaga Lokal

Warga Waruduwur perlihatkan sertifikat pelatihan dari Cirebon Power. Indra/pojokjabar

Warga Waruduwur perlihatkan sertifikat pelatihan dari Cirebon Power. Indra/pojokjabar

POJOKJABAR.com, CIREBON – Mega proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) unit 2 Cirebon yang mulai dikerjakan dari akhir tahun 2016 oleh PT. Hyundai asal Korea Selatan kembali disoal oleh masyarakat, karena kurang transparan dalam perekrutan tenaga kerja lokal.

Menurut Murdiharso (35) Anggota BPD Waruduwur menuturkan janji dari pihak PT. Cirebon Power dan Main Contractor PT. Hyundai Engineering Constructicons hingga hari ini belum merealisasikan penyerapan tenaga kerja lokal secara signifikan dan proporsional.

“Kami sangat menyayangkan terhadap pihak Management Hyundai yang tidak transparan dalam penerimaan tenaga kerja lokal pada masyarakat di yang terdampak langsung dari adanya proyek pembangunan PLTU Unit 2 Cirebon,” kata Murdiharso pada pojokjabar saat ditemui di bilangan Mundu Cirebon, Rabu (12/6/2019) siang.

Murdiharso berharap janji-janji dari petinggi PT. Cirebon Power dapat direalisasikan oleh Main Contractornya dalam hal ini Hyundai Engineering Constructicons, karena pada saat itu Direktur Utama Cirebon nya menjanjikan akan menerima 5.000 tenaga kerja lokal secara bertahap.

“Kami berharap di dengar oleh Direktur PT. Cirebon Power, banyak masyarakat di ring satu yang dipermainkan oleh oknum, yang sengaja mempersulit tenaga kerja lokal masuk bekerja di proyek, “ harapnya.

Ditambahkan Dudi Suhaedi Kuwu setempat menjelaskan dirinya sudah berkali-kali datang dan bertemu langsung dengan pihak Main Contractor Hyundai dalam memperjuangkan aspirasi warganya yang ingin bekerja di proyek PLTU Unit 2 Cirebon.

“Sebagai bapaknya masyarakat kami telah mati-matian dalam memperjuangkan nasib warga yang ingin bekerja di proyek PLTU, bahkan hal ini juga sudah disampaikan pada Komisi 4 DPRD Kabupaten Cirebon pada saat Kunjungan Kerja beberapa bulan lalu,“ kata Dudi.

Sedangkan menurut Sunandar (28) salah seorang pemuda warga RT. 01/03 Desa Waruduwur Mundu menuturkan dirinya bersama puluhan pemuda lainnya yang menganggur ingin bekerja di proyek PLTU Cirebon telah mengikuti pelatihan dan memiliki sertifikat serta sudah mengirimkan lamaran lewat komite khusus yang dibentuk untuk menyalurkan tenaga kerja lokal.

“Kami hanya bisa berharap segera ada nasib baik dari perusahaan Hyundai menerima kami kerja di proyek PLTU,“ ujarnya.

Ditempat terpisah Rusdi (35) warga Kandawaru Desa Waruduwur mengakui pernah ikut bekerja sebagai kuli bangunan namun tanpa sebab diberhentikan karena mendekati bulan puasa, padahal dirinya bekerja dengan baik apalagi jarak rumahnya dengan proyek pembangunan PLTU Unit 2 Cirebon hanya berjarak 200 meteran.

“Kami warga disini inginnya kerja untuk menghidupi keluarga dan membiayai anak yang sekolah, ada juga yang mau masuk ke tingkat SMP, sekarang lagi nyoba melamar kerja dengan yang lainnya,“ ungkapnya.

Saat dikonfirmasi terpisah, HRD Hyundai, Anjar mempersilahkan datang besok sore untuk mendapatkan klarifikasi langsung di Kantor Cabang Hyundai di bilangan Pintu Tol Kanci.

“Kami tunggu besok sore ya, hari ini ga bisa memberikan keterangan, karena sedang sibuk,” balas Anjar melalui keterangan tertulisnya pada pojokjabar.

(ind/pojokjabar)

loading...

Feeds