Akhiri Ramadan, Para Pemuda Cirebon Lakukan Kegiatan Inspiratif

Pembalap wilayah 3 Ciayumajakuning berbagi./Foto: Istimewa

Pembalap wilayah 3 Ciayumajakuning berbagi./Foto: Istimewa

POJOKJABAR.com, CIREBON– Banyak cara para pemuda Cirebon mengisi kegiatan positif pada sisa hari Ramadan, selain i’tikaf dan mudik.

Hal ini seperti yang dilakukan warga Cirebon. Salah satunya, oleh para perempuan anggota komunitas motor dari XTC Ciko.

“XTC Srikandi Ciko berbagi takjil kepada para pemudik,” ujar Rio yang aktif memegang sosial media XTC Ciko.

Ia pun bersyukur bisa bertemu dengan saudara-saudara dari XTC yang merantau.

“Pada mudik, mampir ke posko,” tambahnya, Minggu (2/6/2019) malam kepada Pojokjabar.com.

Selain sesama anggota XTC, katanya, warga lain juga turut mampir ke posko meskipun tidak banyak.

XTC Srikandi Ciko berbagi takjil kepada pemudik

XTC Srikandi Ciko berbagi takjil kepada pemudik./Foto: Istimewa

 

“Kebanyakan anggota XTC yang kerja di luar kota mau mudik pada mampir,” tambahnya.

Selain itu, ada juga dari para Pembalap Se-Ciayumajakuning atau Pembalap Se-Wilayah 3 Cirebon melakukan kegiatan khas pada akhir Ramadan. Hal tersebut sebagaimana diungkap salah satu pembalap Cirebon, Aris Anandi.

“Oh iya, itu emang baru prtama kali diadain acara kemarin itu. Jadi tujuannya mah untuk acara silaturahmi anak-anak balap Ciayumajakuning, biar saling kenal satu sama lainnya, dan sperti sodara,” ujarnya.

Karena, katanya, yang namanya balap motor itu digelar di berbagai kota-kota lain.

“Jadi, sekiranya ketemu itu, kita gak canggung. Nah, apalgi kan kalo yang namanya balap motor kalo di sirkuit itu yang namanya crash itu sering terjadi. Jadi, ya, di sirkuit lawan, di luar kita saudara,” tambahnya.

Awalnya, katanya, hanya melalui obrolan kosong saja.

Buka bersama pembalap wilayah 3 Ciayumajakuning

Buka bersama pembalap wilayah 3 Ciayumajakuning./Foto: Istimewa

 

“Kan selma Ramadan sampai mau selesai bulannya belum ada kegiatan dari anak-anak balap. Nah, kan mumpung masih pada libur kegiatan balap, jadi diadain bukber silaturahmi, bagi takjil, dan santunan ke anak yatim piatu,” terangnya.

Acara ini, lanjutnya, dilaksanakan dengan kepanitiaan bersama.

“Jadi, dari perwakilan kota kabupaten masing-masing ada. Kenapa ditmpatkan di Cirebon? Karena tempat strategis dan kesepakanan dari tman-teman balap. Mungkin ini nanti akan jadi acara rutinan dan pindah-pindah tempatnya, bergilir,” katanya.

Keesokan harinya, yakni pada Minggu (2/6/2019), ia mengaku masih melanjutkan kegiatan ngabuburit terakhir di bulan Ramadan dengan berlatih motor di Stadion Bima, Kota Cirebon.

“Iya, sekarang lagi ada target buat bimbing anak-anak pemula di Cirebon. Jadi, lebih dibiasain lagi disiplin, semangat, dan lebih profesional. Biarpun itu cuma latihan, tapi tetap dari latihan itu kita harus tambah skill dan fisik. Lagi latihan main batle, biar ketemu lawan-lawan lain di sirkuit itu terbiasa,” terang pemilik nomor start 168 ini.

Kegiatan lainnya yang dilakukan para pemuda Cirebon adalah dari para pemuda masjid yang tergabung di Riswa Bodesari. Pihaknya melakukan penutupan rangkaian kegiatan Kampoeng Ramadhan pada Sabtu (1/6/2019) kemarin.

Kampoeng Ramadan Riswa Bodesari

Kampoeng Ramadan Riswa Bodesari./Foto: Istimewa

(mar/pojokjabar)

 

Loading...

loading...

Feeds