IAIN Cirebon Gelar FGD, Bahas Standar Biaya Masukan Kampus

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon Dr H Sumanta Hasyim M.Ag saat memberikan sambutan. Alwi/pojokjabar

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon Dr H Sumanta Hasyim M.Ag saat memberikan sambutan. Alwi/pojokjabar

POJOKJABAR.com, CIREBON – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon baru saja menggelar Focus Group Discussion (FGD) PTKIN se-Jawa Tengah-Cirebon-Ponorogo di Grand Triyas Cirebon Jalan Tentara Pelajar, Kota Cirebon, Kamis (23/5/2019) malam. 

Focus Group Discussion tersebut menghadirkan delapan PTKIN yaitu IAIN Semarang, IAIN Surakarta, IAIN Salatiga, IAIN Ponorogo, IAIN Kudus, IAIN Pekalongan, IAIN Purwokerto dan IAIN Cirebon. Kegiatan tersebut bertemakan Finalisasi Standar Biaya PTKIN se-Jawa Tengah, Cirebon dan Ponorogo. 

“Itu forum yang dibentuk untuk meningkatkan pelayanan dan fasilitas perguruan tinggi dalam rangka kerjasama di lingkungan akademik, kemahasiswaan, maupun di bidang yang lainnya. Jadi untuk merumuskan standar biaya masukan,” kata Ketua Pelaksana FGD, Dr H Adib, M.Ag, kepada pojokjabar.com. 

Adib mengungkapkan, meski pembayaran atau biaya masukan tidak sama antar PTKIN, namun menurutnya kegiatan ini diharapakan memiliki kesamaan biaya-biaya lainnya yang menunjang pendidikan di perguruan tinggi Islam. 

“Meskipun tidak seragam tapi ada kesamaan dalam sisi pembiayaan terkait dengan honor-honor dan lain sebagainya. Meskipun ada standar biaya yang ditentukan oleh kementerian keuangan kita bisa berijtihad untuk menentukan yang lebih rendah dari itu,” kata Adib. 

Sementara itu, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim M.Ag, menjelaskan FGD tersebut tidak hanya dihadiri para rektor. Melain Wakil Rektor dan Bagian Perencanaan Pembangunan dan Keuangan. 

“Pembahasannya yaitu Standar Biaya Masukan atau SBM. Jadi regulasi keuangan sekiranya bisa menjadi rujukan dari masing-masing perguruaan tinggi. Selain itu juga membahas pengembangan lembaga umpamanya kita bersama-sama berhasil mentransformasi alih status dari STAIN menjadi IAIN. Alhamdulillah semua sudah menjadi IAIN,” pungkas Rektor dua periode tersebut. 

(alw/pojokjabar)

loading...

Feeds