Gudang CV Mukalah Terbakar, Begini Kronologisnya

Petugas Damkar Kabupaten Cirebon mencoba menjinakkan kobaran api di pabrik arang. Ist/pojokjabar

Petugas Damkar Kabupaten Cirebon mencoba menjinakkan kobaran api di pabrik arang. Ist/pojokjabar

POJOKJABAR.com, CIREBON – Api mengamuk menjalar ke sebagian gudang CV Mukalah yang memproduksi arang di blok Ngebei, Desa Kertasari, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Kamis (23/5/2019) malam.

Gudang CV Mukalah yang terbakar diketahui milik Tamrin (55) warga Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon.

Kapolsek Weru, Kompol Rusdi Hayat menjelaskan menurut keterangan saksi Ghojali (69) penjaga malam warga desa Tegalwangi Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon. Sumber api tidak membesar pada saat saksi mengisi kayu di tempat oven tersebut, dan setelah mengisi kayu saksi pergi melihat TV.

“Nah tidak lama kemudian karyawan yang bekerja memanggil saksi bahwa di tempat oven breket ada api yang menyala. Kemudian saksi berusaha untuk mengurangi kobaran api namun api sudah membesar,” kata Kompol Rusdi Hayat kepada pojokjabar.com, Kamis (23/5/2019) malam.

Dikatakannya, penyebab dari kebakaran gudang CV Mukalah tersebut diduga akibat papan tempat pembakaran terlalu dekat dengan tembok tempat oven breket, dan kejadian ini sudah 2 kali, namun api tidak membakar lokasi pabrik hanya sebatas di tempat oven breket saja.

“Dari kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa atupun luka, hanya kerugian materi yang masih belum bisa diperkirakan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Tanggap Darurat Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon, Eno Sujana mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan kebakaran dari salah satu karyawan CV Mukalah sekitar pukul 19.50 WIB. Kemudian langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman.

“Kita terjunkan mobil dari pos jaga Weru. Tapi, karena besar kita juga telpon pos jaga Palimanan, Sumber, dan Gunungjati untuk membantu melakukan pemadaman. Hingga menerjunkan 5 armada kita kerahkan. Api mulai berhasil dipadamkan hingga pukul 22.17 WIB,” ujar Eno.

Menurut Eno, penyebab kebakaran tersebut diduga karena kelalaian pekerjanya, saat mesin pemanas pembuatan arang ditinggalkan. “Diduga karena panas berlebihan di mesin oven pembuatan arang, karena ditinggal sehingga api besar dan membakar mesin tersebut,” tegasnya.

(kir/pojokjabar

Loading...

loading...

Feeds