Ngabuburit Belajar Sejarah Gratis di Keraton Kanoman

Komplek Keraton Kanoman. Pengunjung gratis bisa melihat bangunan sejarah di sini. Alwi/pojokjabar

Komplek Keraton Kanoman. Pengunjung gratis bisa melihat bangunan sejarah di sini. Alwi/pojokjabar

POJOKJABAR.com, CIREBON – Di Keraton Kanoman, kompleknya terbuka untuk umum. Pengunjung bisa menikmati nuansa sejarah dari tiap bangunan berdiri sana. Lingkungannya lumayan bersih. Rapih. Cocok bagi bagi kamu mengakhiri siang dan ‘nyore’ menunggu maghrib atau berbuka.

Lingkungan Keraton Kanoman bangunan semua berwarna putih. Mungkin memiliki filosofis, bagi keraton berdiri abad ke 17 tersebut. Bangunan menjadi daya tarik di area tersebut yakni Lawang Siblawong. Lawang atau pintu tersebut konon inspirasi Barat mendirikan pintu gapura kota. Pintu Lawang Siblawong tersebut tiap momen tertentu dibuka.

Selain Siblawong, di komplek Keraton Kanoman pengunjung dapat melihat Panca Ratna dan Panca Niti. Panca Ratna dan Panca Niti tersebut merupakan bangunan dengan kesamaan bahan terbuat dari kayu-kayu dan atap meruncing ke atas. Selain itu juga sebelum memasuki komplek Kanoman pengunjung akan dihadapkan pos jaga.

Memasuki keraton ini sangatlah gratis. Namun pengunjung harus hati-hati, serta menjaga agar bangunan tersebut tidak rusak atau kotor karena sampah ataupun coretan-coretan tangan. Sebab hanya di Keraton Kanoman melihat-lihat bangunan sejarah secara gratis. Keraton lainnya bayar.

“Silakan, kami welcome bagi siapa saja. Ingin melihat-lihat keraton silakan. Tinggal ijin saja kemari nanti ada yang memandu,” kata Pustakawan Keraton Kanoman, Farihin, ketika berbincang dengan pojokjabar.com, Kamis (16/5/2019).

Farihin mengungkapkan, pihaknya kadang sering menerima sejumlah uang dari pengunjung saat memandu ke dalam keraton. Tapi dirinya uang tersebut bukan hak milik melainkan diberikan kepada pihak keraton untuk keperluan perawatan atau penjagaan agar tidak rusak juga kotor karena tangan manusia.

Tapi sejatinya, kata Farihin, lihat-lihat bangunan Keraton Kanoman tidak dipungut biaya alias gratis.

(alw/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds