Misteri Jalan Karanggetas, Getasnya Rambut Pangeran Magelung

Jalan Karanggetas, Kota Cirebon. Alwi/pojokjabar

Jalan Karanggetas, Kota Cirebon. Alwi/pojokjabar

POJOKJABAR.com, CIREBON – Alkisah 500 tahun lalu seorang sakti mandraguna bernama Pangeran Magelung mencari ulama bisa memangkas rambut panjangnya. Konon di Cirebon menurutnya terdapat ulama sakti juga seorang wali di tanah Jawa. Ialah Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati.

Pangeran Magelung berniat bertemu sosok tersebut. Selain untuk memotong rambut panjangnya, Pangeran Magelung juga sebenarnya memiliki niat mengetes sosok tersebut benar sakti dan seorang wali. Karena angkuhnya ia datang ke Cirebon menguji kebenaran tersebut. Tetapi, dalam cerita-cerita Sejarah Cirebon, dirinya malah kalah tanding dan mengaku Sunan Gunung Jati sebagai guru.

Pengakuan tersebut terjadi di Jalan Karanggetas. Karena Sunan Gunung Jati berhasil memotong rambut panjang Pangeran Magelung. Saat dipotong rambut Pangeran Magelung hanya menggunakan jari. Serta beberapa helai rambutnya ada jatuh ke tanah. Dan juga konon berapa helai rambutnya dikuburkan di sekitar jalan tersebut.

“Makanya Karanggetas tersebut berasal dari kata getas. Artinya mudah patah. Karena saat itu Pangeran Magelung angkuhnya dan rambutnya bisa dipatahkan oleh Sunan Gunung Jati. Bahkan juga saat rambutnya terpotong menggunakan jari. Itu lah awal mula dari sejarah jalan ini,” ujar Nurdin M Noer, pengamat sejarah Cirebon, Kamis (16/5/2019).

Selain memiliki sejarah berkaitan dengan fenomena dua orang tokoh tersebut. Pada perkembangannya sejarah tersebut oleh masyarakat sekitar dijadi pelajaran sehari-hari. Konon, jika ada orang sakti atau pejabat angkuh melewati jalan tersebut, maka kesaktiannya akan luntur dan pejabat angkuh tersebut turun tahta.

“Ya kabarnya demikian. Hingga saat ini masyarakat masih memercayainya memiliki mitos dari dua orang tokoh yang memiliki pengaruh dalam sejarah Jalan Karanggetas. Bahkan konon juga, sekitar jalan tersebut ada kuburan rambut Pangeran Magelung saat dipotong oleh Sunan Gunung Jati,” kata Nurdin.

Jalan Karanggetas, saat ini menjadi arus utama lalu lintas di Kota Cirebon. Jalan tersebut kiri-kanan dipenuhi banyak bangunan ruko juga swalayan. Terletak strategis di tengah kota, jalan ini juga menjadi penghubung menuju dua keraton yakni Kasepuhan dan Kanoman. Tiap hari juga jalan ini selalu padat dengan angkot dan becak.

(alw/pojokjabar)

loading...

Feeds