Mbah Nurkalam, Penyebar Ajaran Islam di Susukanlebak Cirebon

Ritual doa di makam Mbah Nurkalam. Indra/pojokjabar

Ritual doa di makam Mbah Nurkalam. Indra/pojokjabar

POJOKJABAR.com, CIREBON – Sebelum era peradaban Islam masuk ketanah Cirebon tentunya masyarakat pada masa itu masih memeluk keyakinan dinamisme dan animisme.

Berdirinya Kesultanan Cirebon yang di pimpin Syekh Syarif Hidayatullah atau lebih dikenal Sunan Gunung Jati memberikan pengaruh yang luar biasa dalam syiar Islam di tanah Jawa bagian barat.

Seperti yang dituturkan oleh tokoh masyarakat Desa Susukanlebak yang sekaligus Juru Kunci Situs Makam Mbah Nurkalam, Ismanto (55) mengatakan di wilayah aliran sungai Cimanis yang masyarakatnya bermata pencaharian petani dulu masih memeluk keyakinan Hinduisme hingga datangnya penyebar Islam yang bernama Mbah Nurkalam.

“Dulu pada saat penyebaran Islam masuk ke wilayah Susukanlebak, masyarakat masih memeluk Hinduisme, namun setelah Mbah Nurkalam hijrah Ke Pedukuhan Susukanlebak masyarakat disini memeluk ajaran Islam,” kata Ismanto Juru Kunci pada pojokjabar, Rabu (15/5/2019).

Ismanto menambahkan Mbah Nurkalam berasal dari wilayah Talaga Majalengka datang kesini untuk syiar Islam pada era Kesultanan Cirebon, menurut cerita dari para tetua di Susukanlebak, Mbah Nurkalam membangun pondok pesantren besar pada masanya dan situs ini saksi sejarah para leluhur penyebar IsIam dimakamkan.

“Situs makam Mbah Nurkalam ini sampai sekarang banyak dikunjungi peziarah dari berbagai tempat bahkan peziarah datang dari luar kota, tujuannya untuk berdoa khusunya pada malam Jumat Kliwon,” ujar Ismanto.

Masih menurut Ismanto, selain kisah tentang Mbah Nurkalam di Desa Susukanlebak ternyata memiliki sejarah unik lainnya yaitu Masjid Nurul Kalam termasuk Masjid tertua di wilayah Kecamatan Susukanlebak dan sekitarnya.

“Selain makam Mbah Nurul Kalam ada juga Masjid Nurkalam yang sering didatangi masyarakat sambil membawa anaknya yang belum bisa berjalan untuk didoakan marbot masjid agar secepatnya bisa berjalan,“ imbuhnya.

Adapun jejak peninggalan Mbah Nurul Kalam, selain masjid adalah makam yang terletak di Blok Pahing Desa Susukanlebak. Hingga saat ini, makam tersebut terawat cukup baik dan kerap dikunjungi para peziarah dari berbagai daerah.

(ind/pojokjabar)

loading...

Feeds