Prediksi Sah Saja, Begini Kata Mustofa

H Mustofa SH, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon. Ghofar/pojokjabar

H Mustofa SH, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon. Ghofar/pojokjabar

POJOKJABAR.com, CIREBON – Proses Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 ini masih berjalan, seperti halnya hari ini proses penghitungan suara ditingkat PPK masih sebagian berlangsung penghitungannya. Namun belakangan ini banyak prediksi yang bermunculan, seperti halnya pemenang di pemilihan legislatif Kabupaten Cirebon yang di prediksi bakal duduk di parlemen.

Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon, H Mustofa SH mengungkapkan, memang setiap orang atau lembaga survey berhak memprediksikan perolehan kursi pada tiap partai. Namun hanya saja jangan sampai memunculkan nama, karena bisa menimbulkan konflik atau menggangu kondusifitas wilayah.

“Sah-sah saja, tapi namanya prediksi semua peserta punya pegangan data. Kalau masyarakat yang tidak mengerti, prediksi yang di beritakan ini menjadi sebuah patokan. Nah bisa saja karena ketidaktahuan, ketika nanti yang lolos atau duduk ternyata beda dengan yang muncul di media massa, ini bisa jadi muncul permasalahan dan pastinya menggangu kondusifitas,” kata Mustofa kepada wartawan, Kamis (25/4/2019).

Pria yang akrab disapa Jimust ini meminta kepada media massa, karena peranan media massa ini sangat penting dalam menjaga kondusifitas wilayah. Apalagi, saat ini penghitungan belum 100 persen. PDI Perjuangan yang punya saksi full pun terkendala, ada yang data C1 nya masih dipegang masing-masing caleg, PAC dan sebagainya. Sehingga hingga saat ini input data internal belum selesai.

“Kita masih diangka 60 persen penghitungan secara internal partai kita. Kalau di hitung-hitung perolehan kursi PDI Perjuangan sejauh ini masih diangka 11 kursi. Dapil I tetap dua kursi, Dapil II tetap dua kursi, Dapil III dua kursi, Dapil IV, V dan VI satu kursian, dan Dapil VIII dua kursi,” tandasnya.

(kir/pojokjabar)

loading...

Feeds