Optimis, PDIP Masih Kuasai Jabar dan Kabupaten Cirebon

Selly A Gantina, Kader DPD Partai PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat optimis partainya jadi pemenang di Jabar dan Kabupaten Cirebon. Ghofar/pojokjabar

Selly A Gantina, Kader DPD Partai PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat optimis partainya jadi pemenang di Jabar dan Kabupaten Cirebon. Ghofar/pojokjabar

POJOKJABAR.com, CIREBON – Kader DPD Partai PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat, Selly A Gantina berterimakasih kepada masyarakat Kota/Kabupaten Cirebon dan Indramayu karena konstelasi Pemilu baik Pileg maupun Pilpres aman dan lancar.

“Khusus di Kabupaten Cirebon saya mengakui bahwa semua berjalan lancar, bahkan tingkat partisipasi masyarakat Kabupaten Cirebon melonjak drastis baik untuk Pileg maupun Pilpresnya. Dan ini adalah bukti salah satu kedewasaan rakyat Kabupaten Cirebon karena sudah memahami bagaimana mereka menyuarakan pilihan politiknya pada saat datang ke TPS,” kata Selly A Gantina, Kamis (25/4/2019).

Ditambahkan Selly, pihaknya pun sengaja ingin menyampaikan bahwa PDI Perjuangan secara utuh mengakui kemenangan Jokowi – Ma’ruf Amin di wilayah Jawa Barat VIII. Karena salah satu pembuktian dan keikhlasan masyarakat Kabupaten Cirebon dan partai pendukung, karena ada kekompakan dari tim kampanye daerah pendukung 01 yang sudah bekerja maksimal.

“Kemudian ada juga keiklasan dari tim kampanye dari 02 karena saat ini terbukti, kondusifitas bisa terjaga dan masing-masing tim juga mengakui masih menunggu hasil keputusan dari KPU selaku penyelenggara,” ujar Selly.

Dirinya juga menyadari hoax yang di sebarkan sangat tidak mempengaruhi di wilayah Kabupaten/Kota Cirebon maupun Indramayu, rakyat tidak gampang terpengaruhi. Bahkan kemarin ada kunjungan Kapolda dan Pangdam III Siliwangi ke wilayah Cirebon adalah salah satu pembuktian, bahwa apa yang di viralkan di media sosial, media elektronic itu tidak berbanding lurus dengan kondisi yang ada di bawah.

“Kedua kita juga mengakui bahwa banyak hal yang di publikasikan baik itu melalui media cetak maupun media elektonic dan media sosial terkait hitung cepat, kemudian real count kemudian ada quick count yang di lakukan oleh berbagai lembaga survei, itu tidak bisa dijadikan jaminan baik oleh kami yang mengusung 01 maupun secara kepartaian, karena bagaimanapun juga hasil hitung cepat real count resmi nanti dari KPU yang sudah pasti,” tambah Selly.

Masih dikatakan Selly, yang ia rasakan saat ini kebanyakan real count maupun quick count yang di keluarkan adalah dari lembaga-lembaga yang secara resmi tidak terdaftar di KPU.

“Saya selaku pengusung partai 01dari PDI Perjuangan mengakui bahwa wilayah Jabar VIII masih di dominasi oleh partai partai nasionalis. Dan dalam hitungan sementara di Jawa Barat, bahwa kalau berdasarkan 01 se-Jawa Barat kami mengakui kalah, tapi selisih antara 01 dengan 02 tidak sebesar seperti 5 tahun yang lalu,” katanya.

Kemudian lanjut Selly, ada keistimewaan untuk Jawa Barat khusunya Dapil Jabar VIII, karena hanya satu-satunya dapil di Jawa Barat yang semuanya utuh memenangkan Jokowi-Amin, bahkan kemenangannya di atas 60 persen. Terapi di dapil Jabar lainya mungkin ada yang Kabupatennya menang dan Kabupatennya kalah.

“Tetapi secara kepartaian insya allah PDI Perjuangan masih tetap menggunguli di tingkat Jawa Barat, karena kita sudah melakukan komunikasi dengan beberapa DPC se-Jawa Barat. Dan kemarin itu memang hampir seperti di Kabupaten Cirebon 20 persen parlemen itu masih bisa kita pertahankan tetapi secara nasional kita ada di angka ke 19 persen,” jelasnya.

Diakuinya di beberapa Kabupaten/Kota yang lain suara PDI Perjuangan masih bisa bertahan termasuk di Kabupaten Cirebon, ia melihat kursi yang di pertahankan oleh PDI Perjuangan masih bisa di angka 11 kursi.

“Ini ada hitungan oleh lembaga survey yang tidak wajar, wajar karena mungkin memang menilai perolehan dari orang per orang, tetapi mereka tidak menghitung dari kepartaian secara utuh karena sistem yang di bangun sekarang ini bukan berdasarkan siapa yang tertinggi tetapi apakah partainya bisa membagi satu tiga dan lima atau tidak. Sementara PDI Perjuangan di Jawa Barat masih unggul 20 persen,” tandasnya.

(gfr/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds