Situs Pasarean Amuk Marugul Masih Misteri, Sejarah Kerajaan Tua Japura dan 49 Orang Sakti Hilang tanpa Jejak

Pasarean Amuk Marugul di Desa Astanamukti Pangenan. Indra/pojokjabar

Pasarean Amuk Marugul di Desa Astanamukti Pangenan. Indra/pojokjabar

POJOKJABAR.com, CIREBON – Ada satu cerita legenda di tengah masyarakat Cirebon, khususnya di wilayah Astanajapura, Kabupaten Cirebon. Konon pernah berdiri kerajaan tua Japura yang dihuni masyarakat era sebelum kerajaan Padjadjaran, dan berdirinya Kesultanan Cirebon.

Saking melekatnya, cerita rakyat yang turun temurun di kalangan masyarakat Kecamatan Astanajapura dan sekitarnya masih menjadi misteri akan kebenarannya. Kurangnya bukti-bukti peninggalan berupa bangunan atau situs prasasti menjadi misteri gelap hingga saat ini.

Pojokjabar.com mencoba menelusuri kebenaran cerita rakyat Japura pada beberapa narasumber di wilayah Situs Pasaran yang konon menjadi tempat peristirahatan terakhir Amuk Marugul yang sakti mandraguna pada masa kerajaan tua Japura.

Menurut Saleh Bukhori (68) tokoh masyarakat Japuralor Kecamatan Pangenan mengaku, hanya sedikit mengetahui cerita rakyat kerajaan tua Japura dari cerita orangtuanya dan cerita masyarakat tempo dulu.

“Setau kami, ini sih menurut cerita orang tua zaman dahulu yang berkembang dimasyarakat yang namanya Amuk Marugul atau Kigeden Japura adalah orang yang memiliki pengaruh dan memiliki ilmu kanuragan yang tinggi,“ kata Saleh Bukhori pada Pojokjabar.com saat ditemui di kediamannya, Jumat (19/4/2019).

Saleh menambahkan, sebetulnya cerita rakyat yang masih melegenda ditengah masyarakat Japura dan sekitarnya bukannya tidak didukung oleh bukti-bukti, karena di wilayah Kecamatan Astanajapura dan Kecamatan Pangenan tersebar banyak situs-situs tua dari era peradaban sebelum berdirinya Kesultanan Cirebon.

“Jika mendengar cerita sejarah Cirebon atau Babad Cirebon dibacakan Sultan Cirebon pada saat Pelal Maulud, bahwa Desa Japura merupakan desa tertua, bahkan banyak situs tua seperti Gedongan (kompleks), Kejaksan (peradilan) serta Mesigit Lawas yang konon merupakan bangunan pertama untuk Ibadah para wali sebelum Kesultanan Cirebon berdiri,“ ujar Saleh.

Masih menurut Saleh, akibat pemekaran dari Desa Japura kini terpecah menjadi beberapa Kecamatan dan desa yang meliputi Kecamatan Astanajapura dan Kecamatan Pangenan.

“Japura itu desa tertua di Cirebon yang luasnya cukup luas, karena perkembangan zaman, wilayah Japura saat ini meliputi dua Kecamatan yaitu Kecamatan Astanajapura dan Kecamatan Pangenan,“ jelas Saleh.

Adapun Situs Pasarean Amuk Marugul sekarang berada di Desa Astanamukti, dulunya merupakan pemekaran dari Desa Astanajapura. Jika ingin mengungkap Situs Pasarean bisa datang ke tokoh masyarakat setempat.

“Pasarean Amuk Marugul kini masuk Desa Astanamukti, mangga datang ke tokoh masyarakat di sana,“ imbuh Saleh.

Kembali Pojokjabar.com mencari informasi seputar legenda Kerajaan tua Japura dan Pasarean Amuk Marugul pada tokoh masyarakat Desa Astanamukti, Kecamatan Pangenan.

Talka (68) tokoh masyarakat Astanamukti mengaku, ia hanya mengetahui cerita rakyat tentang Asadat Japura yang kini hilang tanpa jejak karena tidak ada penerusnya.

Padahal Asadat Japura konon hanya dimiliki oleh 49 orang asli keturunan Japura yang menyebar ke berbagai pelosok dunia.

“Kami hanya mendengar Asadat Japura sebelum masuknya ajaran Islam ke tanah Cirebon, karena pada saat itu konon orang-orang sakti bisa terbang, jadi masih zaman Hong,“ kata Talka tokoh masyarakat Astanamukti pada Pojokjabar.com saat ditemui di kediamannya.

Adapun Pasarean Amuk Marugul, Talka enggan bercerita karena khawatir salah dalam menyampaikan dan akan berakibat buruk pada dirinya.

“Untuk Pasarean kami takut salah menyampaikan, mohon maaf jika salah menyampaikan akan berakibat buruk nantinya,“ tutupnya.

Kebenaran adanya kerajaan tua Japura ikut menjadi sejarah gelap yang ada di Jawa Barat. Kerajaan tua Japura yang meliputi kawasan Cirebon menjadi cerita rakyat secara turun-temurun.

Sebelum masuknya peradaban Islam ke tanah Cirebon terdapat satu kerajaan tua yang bernama kerajaan Japura.

Nantinya akan menjadi cikal bakal lahirnya Kesultanan Cirebon pada era penyebaran ajaran Islam di Nusantara, khususnya di tanah Jawa Barat.

(ind/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds