BKPSDM Imbau PPPK yang Lulus, Begini Katanya

Novi Hendrianto, Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi pada BKPSDM Kabupaten Cirebon. Ghofar/pojokjabar

Novi Hendrianto, Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi pada BKPSDM Kabupaten Cirebon. Ghofar/pojokjabar

POJOKJABAR.com, CIREBON – Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Cirebon sudah selesai, menghasilkan 365 orang honorer K2 yang dinyatakan lulus.

Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Supadi Priatna melalui Kepala Bidang Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi, Novi Hendrianto mengatakan, usai dinyatakan lulus tahapan selanjutnya yaitu tahapan pemberkasan dan tahapan lainnya.

“Nah kaitan dengan teknis penggajian, kami mohon bersabar ya karena kami masih menunggu informasi lebih lanjut dari BKN, karena Perpres yang mengatur teknis penggajian belum ada, dan tahapan bagaimana pemerikasaan berkas administrasi validasi dari daerah maupun BKN belum ada ketentuan lebih lanjutnya. Jadi mohon bersabar bagi peserta yang dianggap lulus,” kata Novi kepada pojokjabar, Kamis (18/4/2019).

Dikatakan Novi, dari jumlah honorer K2 sebanyak 454 peserta yang mengikuti seleksi 365 dinyatakan lulus, dengan komposisinya 199 tenaga guru, 58 tenaga kesehatan dan 108 tenaga penyuluh pertanian. Atau 89 peserta orang dinyatakan tidak lulus. “Banyaknya dari tenaga guru yang tidak lulus,” jelas Novi.

Diakuinya, banyak yang menanyakan tindak lanjut setelah dinyatakan lulus sepeti apa? Novi menjelaskan, tahapan berikutnya yaitu akan dilakukan verifikasi pemberkasan lagi berkas tersebut.

“Dan masih ada lagi, yaitu untuk memverifikasi formasi jabatan yang dibutuhkan, seperti contoh honorer K2 dari pendidik PAI ditempat dia waktu honor, apakah di sekolah itu masih ada atau tidak analisis beban kerjanya, nah kalau masih ada ya bisa langsung ditempati, tetapi kalau di sekolah A itu sudah di isi maka kita akan pindahkan ke sekolah yang lain,” tuturnya.

Dijelaskan lebih lanjut, tahapan selanjutnya belum tau kapan dan ia tidak dapat menyampaikan, karena informasi dari pusat belum ada. “Lebih baik, untuk yang sudah dinyatakan lulus, daripada menunggu yang belum pasti, lebih baik mempersiapkan untuk tahapan selanjutnya yaitu melengkapi, SKCK dari Kepolisian, Surat Kerja dari Disnakertrans, Surat sehat dan rohani dari rumah sakit daerah,” tukasnya.

(gfr/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds