Berantas Kusta, Dinkes Rajin Turun ke Lapangan

Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon rutin melakukan pemeriksaan terhadap penderita penyakit kusta. Indra/pojokjabar

Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon rutin melakukan pemeriksaan terhadap penderita penyakit kusta. Indra/pojokjabar

POJOKJABAR.com, CIREBON – Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon mengakui beberapa wilayah masih menjadi daerah rawan penyebaran penyakit kusta, masyarakat melihat kusta masih sebagai penyakit kutukan.

Seperti yang terpantau pojokjabar di Desa Setupatok Kecamatan Mundu, rombongan Dinas Kesehatan yang dipimpin Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) door to door melakukan pemeriksaan kepada masyarakat di Desa-desa sebagai usaha pencegahan penyebaran penyakit kusta di Kabupaten Cirebon.

Ditemui disela sela pemeriksaan, Kabid P2P, Nanang Ruhyana menjelaskan Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon setiap hari turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan ke sejumlah desa yang endemik penyebaran penyakit kusta.

“Hari ini kami melakukan pemeriksaan pada masyarakat penderitaan kusta di Desa yang masuk rawan penyebaran kusta,“ jelas Nanang Ruhyana saat ditemui di Desa Setupatok Mundu, Senin (15/4/2019) siang.

Menurutnya, penyakit kusta ini masuk kategori menular dan bisa di obati selama setahun penuh. Saat ini ada 36 lokasi dari 27 Puskesmas yang sementara ini ia lakukan pemeriksaan di daerah endemik kusta di Kabupaten Cirebon.

“ICF (Intensif Cases Finding) sebagai deteksi dini di berbagai wilayah endemik, sejauh ini target 36 lokasi di 27 Puskesmas dengan target bisa di selesaikan pada awal bulan Mei, adapun Kabupaten Cirebon telah sukses dalam menurunkan penderita kusta di bawah 1% dari jumlah penduduk Kabupaten Cirebon,“ kata Nanang.

Nanang menjelaskan, saat ini ada 65 Desa suspek endemik penyebaran kusta, untuk tahap awal pihaknya melaksanakan pemeriksaan di 36 lokasi, setiap hari melakukan pemeriksaan di 2 puskesmas yang dilaksanakan selama 2 hari berturut-turut dengan harapan Kabupaten Cirebon bisa bebas kusta.

“Kusta ini penyakit menular yang sebetulnya susah menularnya, kami melakukan edukasi pada masyarakat bahwa kusta itu bukan penyakit kutukan namun bisa diobati selama setahun, saat ini di Kabupaten Cirebon penderita kusta dibawah 1 persen berarti 1/10.000 penduduk, artinya Kabupaten Cirebon sudah bebas kusta,“ ujar Nanang Ruhyana.

Ditambah Eka Prilianto petugas khusus Pengolah program kusta dari Dinkes Kabupaten Cirebon menjelaskan pihak Dinkes sengaja berkeliling karena masyarakat susah untuk datang ke pos pemeriksaan yang telah di tentukan pihak Puskesmas.

“Ini kan laporan dari Puskesmas, makanya kami lakukan pemeriksaan langsung ke masyarakat, karena masyarakat jarang mau datang ke pos pemeriksaan yang ditentukan,“ ujar Eka.

Menurutnya, Desa Setupatok, Penpen dan Sinarancang masuk katagori Desa endemik penyakit kusta, karena selama 3 tahun berturut-turut masyarakat nya masih ada yang menderita Kusta.

“Tadi kami melakukan pemeriksaan di sekolah-sekolah yang terdeteksi terjangkit penyakit kusta, seperti di Desa Sinarancang. Adapun di Desa Penpen dan Setupatok kami memeriksa di blok yang endemik kusta,“ imbuhnya.

(ind/pojokjabar)

loading...

Feeds