Dirasa Sudah Menggangu Pengguna Jalan Raya, DLH Bakal Rapihkan Pohon

Pohon di jalur Sumber - Plered tampak lebat menutupi kabel listrik. Ghofar/pojokjabar

Pohon di jalur Sumber - Plered tampak lebat menutupi kabel listrik. Ghofar/pojokjabar


POJOKJABAR.com, CIREBON – Cuaca ekstrem masih menghantui wilayah Kabupaten Cirebon beberapa hari terakhir ini. Hujan disertai angin kencang yang kerap terjadi di Kabupaten Cirebon ini membuat sebagian masyarakat resah akan tumbangnya pohon-pohon di jalan raya.

Pantauan Pojokjabar.com di lapangan, banyak pohonyang kondisinya sudah tua dan rimbun berada di jalur Sumber – Plered, Sumber – Kramat, dan Sumber – Talun.

Salah satu pengguna jalan raya, Syafii (56) menuturkan pihaknya merasa was-was apabila melintas di jalur Sumber-Kramat tepatnya di jalan yang masuk Desa Sindangjawa. Meski tidak ada angin kencang namun ia tetap saja merasa was-was, karena kondisi pepohonan yang sudah tua dan menjulang tinggi.

“Saya rutin mas lewat sini. Antar jemput cucu sekolah. Kalau cuaca lagi hujan disertai angin kencang, saya enggan melintas. Takut pohon itu tumbang seketika,” kata syafii kepada Pojokjabar.com, Selasa (8/4/2019).

Ditambahkan pengguna jalan lain, Abdillah (38) sekaligus warga Kelurahan Perbutulan Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon mengatakan, pepohonan yang berada di jalan Sumber – Plered banyak yang tinggi dan lebat.

“Ranting dan daunnya menutupi PJU sehingga pandangan gelap, banyak yang menyentuh kabel listrik dan akarnya pun ada yang merusak trotoar,” tutur Abdillah.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon, Sugeng Raharjo mengatakan pihaknya dalam waktu dekat ini akan memonitor pohon-pohon di jalur mana saja yang perlu ada pemangkasan dan perapihan.

“Kita tidak sembarangan menebang pohon mas, soalnya pohon itu ada fungsinya yaitu untuk penghijauan. Tetapi kalau pohon itu dirasa sudah tua, maka akan kita tebang untuk menghindari hal yang tidak di inginkan,” kata Sugeng saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon selularnya.

Termasuk, lanjut Sugeng, daun dan ranting yang menghalangi pandangan bagi pengguna jalan ia prioritaskan. Apalagi sudah menutupi pandangan cahaya penerangan jalan umum (PJU).

“Secepatnya kita akan kroscek ke lapangan. Mana saja yang perlu kita tebang dan kita rapihkan,” tutupnya.

(gfr/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds