Malam Ini, Teater El-Na’ma ‘Inti Bumi Menuju Magma’ Akan Tampil di Cirebon

Pamflet pementasan Inti Bumi Menuju Magma. Ist/pojokjabar

Pamflet pementasan Inti Bumi Menuju Magma. Ist/pojokjabar


POJOKJABAR.com, CIREBON – Teater el-Na’ma, dari Tangerang Selatan, malam ini akan mementaskan naskah Inti Bumi Menuju Magma di Gedung Kaliandra Radar Cirebon, Sabtu (6/4/2019), pukul 19.30 WIB.

Pementasan tersebut terbagi dua sesi, pertama pukul 14.00 WIB untuk pelajar dan pukul 19.30 WIB untuk umum.

Pertunjukan berdurasi sekitar dua jam tersebut disutradarai oleh Achmad Echo Chotib, dari Jakarta.

Naskah Inti Bumi Menuju Magma, merupakan bagian pertama adaptasi bebas sutradara dari komik “MAGMA” yang terdapat dalam kumpulan naskah Orkes Madun karya Arifin C Noer.

“Karya salah satu maestro drama kelahiran Cirebon tersebut, belum pernah dipentaskan oleh grup manapun karena masih dalam bentuk cerita bergambar sederhana,” ujar tuan rumah pementasan, Dedi Kampleng dalam keterangan tertulis diterima Pojokjabar.com.

Pementasan ini berkisah tentang perjalanan mencari mati tiga orang manusia bernama Waska, Ranggong dan Borok, hidup abadi akibat meminum jamu dadar dari buatan dua orang  petapa sakti, Wiku dan Nini.

Setelah gagal mencari mati di bulan, ketiga orang itu kembali ke bumi yang sudah hancur untuk meminta jamu kematian, tapi mereka malah terperosok ke inti bumi. Di dalam bumi inilah petualangan dimulai.

Sementara di dalam bumi, Sandek dan Oni, anak keturunan Waska yang selamat, sedang berusaha menciptakan generasi terbaik yang dapat hidup di atas bumi melalui rekayasa genetik. Dua ilmuwan itu mendapatkan perlawanan dari para Wanara, hasil dari kegagalan rekayasa genetik mereka yang mencoba membuat makar.

Petualangan Waska dan Sandek terjadi di dalam perut bumi.

Berbagai peristiwa mereka alami dari mulai gempa, pemberontakan hingga bertemu makhluk raksasa dalam lorong-lorong menuju inti bumi.

“Untuk mewujudkan pertunjukan ini, sutradara melibatkan para aktor dan tim artistik untuk terlibat dalam sebuah workshop yang intens sebagai upaya mendekati Arifin C Noer dalam konteks kekinian,” tambah Dedi.

Pertunjukan menggabungkan surealisme Arifin yang sederhana dan kecanggihan multimedia serta animasi dengan dibumbui komedi, lagu dan tari tersebut, pertunjukan ‘Inti Bumi’ menjadi cermin untuk dua generasi, yakni generasi milenial dan generasi X.

Setiap generasi memiliki kelebihan dan kekurangannya. Dua generasi ini berjalan dengan persoalannya masing-masing.

Pentas “Inti Bumi” juga, dibintangi aktor-aktor terbaik dari Jakarta seperti Lalu Karta Wijaya, Oleng Tyo, Laila ‘uliel’ elnama, Ramdhan, Oyya Chan, Haekal, Rizka, Imam, Dirga, Abong, Turana, Ammy, Suhael dan Chupa.

Sedangkan Musik ditangani Ozil dan diaransemen oleh Ramdhan.

Sementara tata artistik diperindah oleh Muhriji dan cahaya oleh Ari Sumitro.

Teater el-Na’ma sendiri, ialah pemenang kategori Grup Terbaik, Sutradara Terbaik, Penata Artistik Terbaik pada Festival Teater Jakarta 2017.

(alw/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds