Begini Cara Disdik Kabupaten Cirebon Turunkan Angka Buta Huruf

Ibu-ibu di Kecamatan Kapetakan sedang belajar membaca. Ist/pojokjabar

Ibu-ibu di Kecamatan Kapetakan sedang belajar membaca. Ist/pojokjabar

POJOKJABAR.com, CIREBON – Menuntaskan masyarakat yang buta huruf tidaklah cepat dan mudah. Namun Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon tidak patah semangat untuk terus berupaya menurunkan angka buta huruf di wilayahnya.

Tercatat semenjak tahun 2014 buta huruf di Kabupaten Cirebon sebanyak 23.732 orang. Kemudian pada tahun 2015 mengalami penurunan menjadi 15.191, dan pada tahun 2016 turun lagi 9.922 orang.

“Sedangkan pada tahun 2017 menyisakan 5.322 buta huruf, pada tahun 2018 kembali turun menjadi 3.722. Tahun 2019 ini Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon mentargetkan mampu mengurangi 1.800 orang. Sementara sisanya ditargetkan pada tahun 2020 dapat dientaskan semua,” kata Kabid Pendidikan Non Formal (PNF) pada Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Sudiharjo, Senin (25/3/2019).

Diakui Sudiharjo, penurunan angka buta huruf ini melalui kegiatan keaksaraan fungsional (KF) dan keaksaraan usaha mandiri (KUM). Lewat PKBM kegiatan KF diberikan pelatihan-pelatihan melalui kegiatan KUM.

“Karena banyak juga ibu-ibu, pada proses pembelajaran kita tidak formal. Karena mereka biasanya cepat jenuh, maka dari itu kita selipkan praktek, misalnya buat kue dan sebagainya,” katanya.

Penyandang buta huruf ini bervariasi mulai dari usia 15 hingga 50 tahun. Proses pembelajaran di KF dasar selama 6 bulan. Dalam proses pembelajarannya tidak sama dengan KBM di sekolah formal pada umumnya.

“Melalui dua kegiatan ini terbukti mampu menurunkan angka buta huruf. Bahkan yang awalnya Kabupaten Cirebon termasuk daerah terbanyak buta huruf di Jabar kini sudah bergeser,” ujarnya.

“Di Jawa Barat itu terbanyak buta huruf Indramayu, Subang dan Cirebon. Tapi alhamdulillah sekarang kita sudah masuk daftar merah, bahkan didata pusat sudah masuk hijau,” sambungnya.

(kir/pojokjabar)

loading...

Feeds