Aliran Sungai Cipager Mengamuk, Satu Rumah Warga Hanyut

Dapur milik Sukarya ambruk terbawa arus sungai Cipager. Kirno/pojokjabar

Dapur milik Sukarya ambruk terbawa arus sungai Cipager. Kirno/pojokjabar

POJOKJABAR.com, CIREBON – Derasnya aliran Sungai Cipager mengakibatkan salah satu tanggul penahan sungai di Blok Kedung Bawang, Desa Setu Wetan, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon ambruk.

Ambruknya tanggul tersebut mengakibatkan salah satu rumah warga bagian dapur yang tepatnya berada di pinggir tanggul tersebut menjadi korban amukan aliran Sungai Cipager.

Menurut Sukarya (50) yang merupakan pemilik rumah menjelaskan, tanggul itu ambruk sebanyak dua kali. Kejadian yang pertama, pada hari Sabtu (23/3/2019) kemarin, dan yang kedua Senin (25/3/2019) pagi tadi.

Saat kejadian, beruntung tidak ada anggota keluarganya yang berada di dalam rumah.

“Pada saat kejadian hari Sabtu kemarin, ambruknya siang hari pada saat itu kondisi hujan. Untungnya istri saya sedang ada di luar rumah. Kemudian tadi pagi ambruk lagi, akibatnya barang-barang di dapur hilang semua,” kata Sukarya kepada Pojokjabar.com saat ditemui di rumahnya, Senin (25/3/2019) sore.

Sementara itu, Kuwu Desa Setu Wetan Hasyim mengatakan, total ada lima rumah yang terdampak ambruknya tanggul Sungai Cipager itu. Namun, yang terparah dialami rumah milik Sukarya.

“Tanggul yang ambruk dengan panjang 30 meter dan lebar empat meter ini diakibatkan adanya pengikisan dasar tanggul karena aliran sungai yang deras,” jelas Hasyim.

Untuk mengatasi masalah tersebut, pihak desa setempat sudah melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan untuk melapor ke instansi terkait, dalam hal ini PSDA Provinsi Jawa Barat.

“Kita sedang mengusahakan ke instansi berwenang, sesuai dengan prosedur. Karena ini ranahnya provinisi bukan kabupaten. Tapi tetap saya tembuskan ke kabupaten. Saya sudah koordinasi dengan kecamatan untuk apa yang harus dilakukan segera,” ujar Hasyim.

Hasyim juga mengaku, Desa Setu Wetan sudah mengajukan perbaikan tanggul sejak beberapa tahun belakang. Namun, upaya itu tidak pernah mendapat respon.

“Kami berharap, pihak terkait dan pemerintah segera memperbaiki tanggul tersebut karena dikhawatirkan dapat membahayakan jiwa warga yang memiliki rumah di pinggir tanggul Sungai Cipager,” pungkasnya.

(kir/pojokjabar)

loading...

Feeds