Hanya dengan Fasilitas Ini, Klub Motor dan Pembalap Cirebon Ungkap Trik Cerdas Asah Skill

Salah satu sesi latihan anggota kabring, bagian dari klub motor di Cirebon./Foto: Istimewa

Salah satu sesi latihan anggota kabring, bagian dari klub motor di Cirebon./Foto: Istimewa


POJOKJABAR.com, CIREBON– Banyak cara setiap klub motor di wilayah Cirebon dalam mendidik para anggotanya, terutama para pembalap jagoannya masing-masing.

Meskipun dalam keadaan seadanya, beberapa klub dan pembalap memiliki trik agar kelak bisa ikut berlaga di pertandingan balap motor.

Hal ini sebagaimana diungkap salah satunya oleh Ketua Kabupaten Cirebon Cornering (Kabring) Muhammad Amin

Menurutnya, pihaknya sejauh ini hanya fokus ke bestsik di dunia cornering.

“Cuma ada beberapa anak juga pengen jangan di balap resmi saja. Ya, tahu sendiri di Cirebon gimana tempat latihannya kurang memadai gitu, kan? Enggak jarang harus latihan di luar kota gitu,” ujarnya.

Pihaknya pun berharap agar segera ada tempat latihan balap motor yang layak.

“Harus ada tempat memadai agar bibit muda selalu ada terus,” harapnya, Sabtu (23/3/2019).

Sedangkan DPC XTC Cirebon Kota dan XRT Cirebon Kota memiliki kesamaan jawaban saat ditanyakan soal yang sama. Keduanya saat ditanyakan di pesan singkat di Instagram, mengaku rutin latihan di area parkir Stadion Bima setiap akhir pekan.

Selain itu, salah satu anggota DMP Racing Cirebon Wahyu Raharjo menambahkan, selaku anggota bersama klub yang diikutinya tidak memiliki jadwal latihan yang rutin.

“Kalo aku pribadi sih setiap Minggu latihan di Stadion Bima, tapi kadang kan pakai motor-motor bukan motor DMP Racing. Soalnya kalo motor-motor DMP Racing bisa dibilang mesin-mesinnya udah siap tempur di ajang event,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam waktu sebulan bersama klubnya bisa latihan sebanyak 3 kali.

Pria yang mendapat dukungan di dunia balap dari atasannya di kantor menambahkan, alasannya latihan memakai motor seadanya lantaran harus menghemat daya kekuatan mesin agar tidak loyo saat ikut perlombaan sesungguhnya.

“Karena bikin mesin balap lumayan mahal,” katanya.

ia pun bersyukur karena suka diajak latihan bersama klub lainnya sekalian mendapatkan keringat dan mengasah kemampuannya.

“Sekalian kalau diajak latihan barena tim lainnya, sekalian mentorin junior juga, tim lain kan kadang suka ada juniornya. Nah, maksudnya tim lain ngajak latihan juga biar juniornya dikasih masukan sama saya,” tambahnya.

(mar/pojokjabar)

 

 

Loading...

loading...

Feeds