Konon Bisa Sukses dan Dapet Jodoh Sehabis Mandi di Pemandian Pangeran Kembar Welang dan Weling di Cirebon

Tempat petilasan dan pemandian Pangeran Kembar Welang dan Weling di Desa Wilulang Susukanlebak Cirebon. Indra/pojokjabar

Tempat petilasan dan pemandian Pangeran Kembar Welang dan Weling di Desa Wilulang Susukanlebak Cirebon. Indra/pojokjabar

Quick Count Pilpres 2019

POJOKJABAR.com, CIREBON – Aura mistis terasa kental saat melangkahkan kaki memasuki area situs petilasan pemandian (Tampian) Pangeran Welang dan Weling di Desa Wilulang Kecamatan Susukanlebak Kabupaten Cirebon.

Legenda pangeran kembar Welang dan Weling begitu melekat di hati masyarakat Desa Wilulang, konon menurut cerita masyarakat setempat pangeran kembar inilah yang pertama kali menghuni Desa Wilulang pada era Kerajaan Padjadjaran yang di perintah oleh Raja Siliwangi.

Tampian atau pemandian petilasan diceritakan oleh Kuncen setempat mengaku petilsan ini adalah tempat kumpul bermusyawarah antara Pangeran kembar dan Pangeran Kiang Santang.

Karena tempat ini dinilai memiliki aura yang positif maka petilasan ini sering dikunjungi oleh pengunjung dari berbagai daerah.

Masih menurut kuncen mereka (pengunjung) memilih tempat ini adalah untuk berdoa di tempat pemandian dengan tujuan agar segera terkabul hajatnya.

“Masyarakat sini percaya di sini dulu itu para pangeran welang dan weling bermusyawarah bersama pangeran Kiang Santang dari Padjadjaran, tempat ini sampai sekarang sering digunakan sebagai tempat berdoa oleh orang-orang yang memiliki keinginan tertentu,” kata Sang Kuncen pada pojokjabar saat ditemui di Situs Pemandian, Rabu (20/3/2019) siang.

Masih menurut Sang Kuncen, konon setelah melakukan doa dan mandi di pemandian keramat maka orang yang meminta usaha maka usahanya makin berkembang pesat. Selain untuk tujuan duniawi, orang yang ingin dapat jodoh setelah mandi disini akan cepat mendapatkan jodohnya.

“Orang datang ke sini ingin usahanya lebih maju, caranya mandi dan melakukan ritual doa, terkadang ada juga tamu yang datang melakukan semedi di sini,“ ujarnya.

Situ pemandian pangeran welang dan weling terdapat satu pohon raksasa, konon umur pohon tersebut telah berusia lebih dari 700 tahun.

Iyoy Sonjaya, Kuwu Wilulang menambahkan bahwa area situs seluas 1500 meter akan secara bertahap dibangun saran dan prasarana, mulai dari pemagaran hingga dibukanya akses jalan bagi masyarakat yang ingin melakukan ziarah ke situs peninggalan pangeran kembar Welang dan weling.

“Kami dari pemerintahan Desa pemandian ini sebagai situs dari kekayaan budaya nenek moyang, maka tugas kami yaitu akan menata serta merawat infrastrukturnya,” katanya.

Sang Kuwu menuturkan pengalaman pribadinya saat belum menjadi Kuwu Wilulang, pada saat berkunjung tengah malam di temani oleh keponakannya untuk berdoa di pemandian mengalami keanehan dimana mendengar suara Burung mengepakan sayapnya.

“Ini pengalaman pribadi, silakan datang pada tengah malam tepatnya jam 12 an maka akan mendengar suara yang sangat keras dari kepakan sayap burung yang sangat besar, burungnya putih dan sangat besar,” cetusnya.

(ind/pojokjabar)

loading...

Feeds