Disnakertrans Kabupaten Cirebon Ngaku Iba dan Ingin Jumpa Turini Fatmah, Kok Cuma Gitu?

Kepala Disnakertrans Kabupaten Cirebon Abdullah Subandi berkoordinasi dengan BNP2TKI terkait kepulangan Turini Fatmah./Foto: RC

Kepala Disnakertrans Kabupaten Cirebon Abdullah Subandi berkoordinasi dengan BNP2TKI terkait kepulangan Turini Fatmah./Foto: RC

POJOKJABAR.com, CIREBON – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cirebon Abdullah Subandi akan melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia, dengan mengatasnamakan pemerintah daerah Kabupaten Cirebon.

Hal ini menanggapi kasus Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Dawuan, Turini Fatmah.

“Menanyakan bagaimana. Bukan hanya surat, tetapi saya menginginkan langsung ke sana juga,” ujarnya kepada Radar Cirebon (Pojokjabar.com group), (14/3).

Baca: Diah: Ibu Pulanglah, Keluarga Merindukanmu

 

Dengan upaya itu, Abdullah berharap pemerintah benar-benar serius dalam menangani kasus yang dialami Turini. Dirinya juga mengaku, merasa iba ketika mengetahui kabar PMI disekap, yang ia baca di koran.

“Saya tetap harus melakukan koordinasi dan melindungi PMI yang bekerja di luar negeri. Kita berupayalah untuk melindungi, kasihan. Masa sudah 22 tahun, kan bagaimana nanti di sana disekap dan hanya digaji 3 kali,” ujarnya.

Tkw 22 tahun belum pulang

Suami dan anak Turini menunjukan surat terakhirnya. Kirno/pojokjabar

 

Dalam satu kesempatan, Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnakertrans Kabupaten Cirebon Suharto menjelaskan, penyelesaian terkait PMI yang bermasalah seperti halnya kasus Turini, adalah tugas BNP2TKI.

Baik itu permasalahan PMI yang meninggal dunia, gaji tidak dibayarkan, dan sebaginya.

loading...

Feeds