Pemkot Cirebon Dapat Pasar Rakyat Award, Langsung Janji Tumbuhkan Kemandirian Pasar

Pemkot Cirebon Dapat Pasar Rakyat Award, Langsung Janji Tumbuhkan Kemandirian Pasar./Foto: Istimewa

Pemkot Cirebon Dapat Pasar Rakyat Award, Langsung Janji Tumbuhkan Kemandirian Pasar./Foto: Istimewa

POJOKJABAR.com, CIREBON– Kepemimpinan Azis-Eti terus melakukan inovasi dan memperbaiki pelayanan pasar rakyat di Kota Cirebon.

Hal tersebut menjadi komitmen kuat Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon dalam melayani dengan sungguh-sungguh.

Pada kegiatan Peresmian dan Penyerahan Penghargaan Pasar Rakyat Indonesia dan pembukaan rapat kerja Kementerian Perdagangan tahun 2019 di ICE BSD Tangerang, Selasa (12/3) Presiden Jokowi menyerahkan penghargaan dari pemerintah pusat.

Wakil Wali Kota Cirebon Eti Herawati yang hadir bersama Dirut Perumda Pasar Berintan Akhyadi, dan perwakilan Disdagkop-UKM, mengatakan, pihaknya untuk terus memperbaiki dan membangun pasar di Kota Cirebon jadi semakin baik infrastruktur dan manajemen pengelolaan pasarnya.

“Pasar rakyat merupakan salah satu urat nadi perekonomian rakyat. Kita sangat peduli dan memperhatikan keberadaanya. Saya bangga kita memperoleh penghargaan ini. Semoga menjadi motivasi PD Pasar untuk lebih baik lagi dimasa yang akan datang,” ungkapnya kepada Radarcirebon (Pojokjabar.com group), Rabu (13/3).

Sementara itu, Dirut PD Pasar Akhyadi SE menambahkan, Pasar Gunungsari yang di bawah kendalinya dinilai berhasil oleh pemerintah pusat dalam hal pengelolaan. Tidak hanya fisik pasarnya saja yang dinilai, tapi segi manajerial pengelolaan yang menjadi hal utama.

Pihaknya telah mengelola dan mengembangkan Pasar Gunungsari dengan baik. Dengan menyediakan barang kebutuhan masyarakat dengan harga yang terjangkau. Pelayanan dan fasilitas yang cukup memadai, sehingga penjual dan pembeli merasa aman dan nyaman.

“Kita akan menumbuhkan kemandirian pasar rakyat untuk melakukan penataan dan pengelolaan pasar secara aktif. Revitalisasi pasar akan membuat akses lebih mudah, seperti arus transportasi ikut diperbaiki dan diatur,” ujarnya.

Selain itu, kata Akhyadi, revitalisasi pasar rakyat juga ditujukan meningkatkan peran serta segenap pelaku pasar, untuk saling bersinergi mempertahankan eksistensi pasar rakyat.

Kemudian, lanjutnya, daya saing pasar rakyat juga ditingkatkan agar dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian di daerah sekitarnya.

“Kegiatan operasional dan penempatan pedagang dikelola dengan baik. Ada zona basah dan zona kering, jualan pakaian tidak di antara bumbu dapur, juga tidak jualan sayur di zona pakaian,” pungkasnya.

(gus/RC/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds