Para Caleg Cirebon Ngapain Jika Terpilih dan Tidak Terpilih, Siap Kena Gangguan Jiwa?

Caleg 2019 (ilustrasi)

Caleg 2019 (ilustrasi)

POJOKJABAR.com, CIREBON– Menjelang hari pemungutan suara pada 17 April 2019 besok, sejumlah Calon Legislatif (Caleg) harus bersiap sedia terkait statusnya ke depan. Ada kemungkinan terpilih sebagai Anggota Legislatif (Aleg) dan ada kemungkinan tidak terpilih oleh masyarakat.

Menanggapi hal itu, sejumlah Caleg di Cirebon membeberkan persiapannya terkait dua kemungkinan tersebut kepada Pojokjabar.com, Kamis (14/3/2019) malam.

Salah satunya diungkap oleh perempuan cantik yang menjadi Caleg DPRD Kabupaten Cirebon Dapil Cirebon 2 Partai Golkar, Ayu Nur Ana atau akrab dipanggil Ratu Gisca Ayu.

Baca: RSUD Arjawinangun Siapkan 32 Kamar untuk Caleg Gagal

 

“Rencana kalo Allah SWT menghendaki jadi, Insya Allah pastinya harus menjalankan amanah, dan membuktikan apa yang sudah direncanakn sesuai dengan visi-misi,” ungkapnya kepada Pojokjabar.com saat diwawancara.

Dan, lanjut pelantun lagu Ratu Balike ini, kalaupun Allah belum mengasih rezeki itu, pihaknya mengaku akan tetap menajalankan usaha yang selama ini ia jalani, seperti membuka butik fashion, bisnis online shop, dan entertaiment (hiburan, red).

“Sekarang saya lebih pasrah dan serahkan semua sama yang di atas. Karena saya percaya semua, apapun yang terjadi itulah yang terbaik. Semua garis hdup manusia sudah ada yang ngatur,” bebernya.

Tetapi, Ayu mengaku tetap optimistis dan berusaha dalam hal pencalegan saat ini.

“Setidaknya, saya sudah berusaha dan mempunyai niat yang baik. Masalah jadi atau gak, saya serahin semua sama Allah SWT,” akunya.

Sedangkan menurut Harisman, Caleg DPR RI Dapil 8 dari PKS, menyebut bahwa pihaknya akan fokus mengembangkan sektor pertanian dan nelayan di dapilnya.

“Jika tidak terpilih, saya akan tetap menjalin hubungan baik dengan masyarakat, serta merangkul para petani dan peternak di daerah-daerah yang pernah saya datangi,” akunya singkat.

Kemudian, menurut Caleg Cirebon dari PAN, Syahril Aziz Koto jika terpilih pihaknya akan melakukan sosialisasi di daerah-daerah tersebut (dapil, red). Hal itu, menurutnya, agar mengetahui apa-apa saja yang dibutuhkan oleh masyarakat setempat.

“Planning. Kemungkinan kemungkinan yang ada diantisipasi pake JSA atau Job Savety Analyst. Itu secara teori. Teori kadang beda sama realitas,” ungkapnya.

Menurut Caleg DPRD Kabupaten Cirebon dari Partai Bulan Bintang (PBB) Suma Tatan Sukarsono, mengaku pihaknya tidak menjanjikan apapun. Hal ini karena, menurutnya, sesuai fungsi DPRD tidak bisa mengeksekusi apapun.

“Karena itu fungsi eksekutif,” ujarnya menanggapi persoalan tindakannya jika menjadi anggota legislatif.

Terkait aspirasi masyarakat, lanjutnya, akan menjadi prioritas ke depannya, dan akan mengawal aspirasi tersebut mengemuka di tingkat daerah.

“Supaya jadi perhatian pemerintah dan stakeholder di Kabupaten Cirebon. Jika ada sesuatu yang mendesak, maka kami akan menginisiasikan hal tersebut agar jadi bahan usulan yang akan dibahas di tingkat daerah, terutama di DPRD, dan lain hal, sesuai fungsi saja,” ujarnya.

Jika pihaknya kelak tidak terpilih sebagai anggota legislatif, akunya, ia akan kembali mengurus yayasan dan masjid.

“Yang penting bermanfaat bagi masyarakat,” tandas pria yang sudah 25 tahun di Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon dan pensiun Bupati Cirebon Dedi Supardi.

Sebelumnya diberitakan, usai pencalegan, biasanya banyak calon-calon legislatif yang gagal dan mengalami gangguan jiwa.

Salah satu rumah sakit milik pemerintah daerah Kabupaten Cirebon, RSUD Arjawinangun jauh-jauh hari sudah mempersiapkan tempat maupun tenaga medisnya.

Direktur Utama (Dirut) RSUD Arjawinangun, dr Bambang Sumardi mengatakan, rumah sakit yang di bawah kendalinya ini tersebut telah memiliki 32 tempat tidur yang di peruntukan khusus untuk yang memiliki gangguan kejiwaan.

Bahkan, lanjut Bambang, RSUD Arjawinangun tersedia juga 4 ruangan khusus untuk gangguan jiwa agitas atau yang sering mengamuk atau tidak bisa dikendalikan.

“Seperti biasa sudah kami siapkan, baik dari kamar juga sudah kami siapkan psikolog klinis dan psikiaternya. Pokoknya kami lengkap,” kata dr Bambang Sumardi kepada pojokjabar.com melalui sambungan selularnya, Kamis (14/3/2019) sore.

(mar/pojokjabar)

loading...

Feeds