Camat Cantik Blusukan, Kira-kira Ngapain Aja Ya?

Sund Dewi Camat Sedong blusukan ke wilayah terpencil. Indra/pojokjabar

Sund Dewi Camat Sedong blusukan ke wilayah terpencil. Indra/pojokjabar

POJOKJABAR.com, CIREBON – Warga yang bermukim di Cantilan Lojikaum Desa Karangwuni Kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon berbatasan langsung dengan dengan salah satu desa di Kabupaten Kuningan sangat belum menikmati infrastruktur jalan yang memadai.

Sund Dewi, Camat Sedong mengakuinya jika kecamatan yang dipimpinannya ini merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kuningan.

Termasuk di antaranya ada daerah yang terpencil yang rawan bencana alam dan belum mendapatkan sentuhan pembangunan yang maksimal.

“Baru saja rapat dengan tiga Kepala Desa (Kuwu,red) yang memimpin desa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kuningan. Di antaranya seperti Desa Karangwuni ini yang memiliki cantilan daerah terpisah dari desa induknya sejauh 8 Kilometer,” beber Sund Dewi, Camat Cantik yang memimpin Kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon pada Pojokjabar.com di sela-sela blusukannya, Kamis (14/3/2019).

Lebih lanjut, Sund Dewi mengatakan karena banyaknya desa yang berbatasan dengan Kabupaten Kuningan, diakuinya sering mendapatkan keluhan tentang kondisi infrastruktur.

Khususnya jalan yang kurang layak dilewati dibandingkan dengan infrastruktur jalan di Kabupaten tetangga.

“Di wilayah kami tidak hanya cantilan Lojikaum yang berbatasan dengan Kabupaten Kuningan tapi ada juga Desa Kertawangun dan Winduhaji, dimana masyarakat disana sering menanyakan kapan jalan dibangun agar bagus seperti jalan Kuningan,” ujarnya.

Masih menurut Sund Dewi, kalau melihat pagu anggaran kecamatan yang diterimanya masih sangat kecil, dibanding luas wilayah yang harus dibangun.

Namun pihaknya tidak berdiam diri dengan anggaran PIK yang kecil, karena pihak Pemerintah Desa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kuningan bisa mengajukan proposal melalui anggaran PIS dari Pemda Kabupaten Cirebon.

“Kami arahkan untuk mengajukan proposal melalui instansi terkait karena hasil musyawarah Musrenbang Kecamatan bahwa anggaran dari Pagu Indikator Kewilayahan (PIK) sangat kecil yang dibagi maka pengajuan proposal untuk pembangunan di perbatasan bisa dari PIS Kabupaten,” katanya.

Ditambahkan Sund Dewi, setelah dirinya meninjau langsung wilayah terpencil di Cantilan Lojikaum, maka pada tahun ini rencananya akan dibangunkan tembok penahan tanah (TPT) karena di wilayah itu sering terjadi longsor dan rawan bencana lainnya.

“Untuk tahun ini kami bangun TPT, kami juga berharap pihak Pemda Kabupaten Cirebon memprioritaskan pembangunan infrastruktur di perbatasan kabupaten yang belum banyak mendapatkan pembangunan maksimal,” harapanya.

Pantauan Pojokjabar.com di lapangan, infrastruktur jalan menuju Cantilan Lojikaum yang berjarak kurang lebih 8 kilometer ini belum beraspal.

Masyarakat yang berdomisli di wilayah perbatasan ini sudah terbiasa melewati jalan berlumpur dan licin pada musim penghujan.


(ind/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds