BPN Prabowo-Sandi Jabar Bantah Ideologi 02 Tidak Pro Pancasila

Jubir BPN Prabowo-Sandi Jabar, Rhadar Tri Handoko, saat memberikan keterangan isu 02 tidak Pro Pancasila. Alwi/pojokjabar

Jubir BPN Prabowo-Sandi Jabar, Rhadar Tri Handoko, saat memberikan keterangan isu 02 tidak Pro Pancasila. Alwi/pojokjabar

POJOKJABAR.com, CIREBON – Juru bicara BPN Prabowo-Sandi Jawa Barat angkat bicara soal pasangan calon presiden dan wakil presiden yang tidak Pro Pancasila.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi Jawa Barat, Radhar Tri Baskoro, pihaknya membantah terjadi perang ideologi melawan Pancasila yang diisukan tim 01 kepada Prabowo-Sandi.

Hal tersebut diungkapkannya dalam konferensi pers di Jalan Kartini Kota Cirebon, Jumat (15/3/2019).

Radhar menjelaskan, perang tersebut yang ada hanyalah melawan ketimpangan, kemiskinan dan keterbelakangan.

“Jadi dikatakan bahwa Indonesia sekarang ada dalam perpecahan ideologis. Terjadi perang ideologi antara kubu 01 melawan kubu 02. Ini yang saya katakan bahwa perang ideologi itu tidak ada. Tidak benar sama sekali,” kata Radhar.

Dirinya juga menjelaskan, memandang kubu lain pihaknya menilai tidak ada ideologi berbeda, dan semuanya memiliki kesamaan yakni Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kita tidak punya, atau kita tidak melihat kubu lain sebagai kubu yang punya ideologi berbeda. Semuanya ideologi Pancasila. Kita ingin negara ini berdiri atas dasar yang lima itu. Jadi salah sekali apabila kami dianggap mewakili sesuatu kubu tertentu yang anti toleransi dan anti Pancasila,” ujar Radhar.

Bahkan, Radhar menjelaskan, Prabowo sendiri selama hidup telah mendedikasikan dan tumbuh dalam lingkungan kemiliteran, sehingga menurutnya ideologi kebangsaan kuat dan tidak mudah goyah oleh apapun.

“Prabowo itu seumur hidupnya mengabdikan diri dan mendidik diri di kemiliteran. Selama puluhan tahun dia menggenggam kuat ideologi Pancasila. Kalau anda tahu ideologi Partai Gerindra di dalam AD/ART itu adalah Pancasila. Kita tidak menggeser satu inci pun dari Pancasila,” pungkas Radhar.

(alw/pojokjabar)

loading...

Feeds